
Otoinfo- Update anyar perihal regulasi dan balap 2024 datang dari mekanik yang berbasis di Berbah Sleman Yogyakarta, Gendut dari GDT Racing, apa tuh?.
Bahasan ini terkait Yamaha MX King milik tim GG Galak Galak, untuk kategori pemula yang tengah digarap oleh GDT Racing sering melakukan pengujian di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah. Lantas?

Tentu aktivitas tersebut, ada kaitanya dengan regulasi OnePrix 2024 yang membatasi RPM MX King hingga 14.000 saja. Sebagai perbandingan, pada final Kejurnas OnePrix 2023 di Mijen Semarang, RPM mencapai 15.200. Upaya ini dilakukan oleh IMI untuk membuat balapan menjadi lebih terjangkau dan ramai, sehingga Honda bisa bersaing. Pembatasan RPM ini juga berlaku untuk kategori seeded dengan batas RPM 14.500.

Melansir dari beritabalap.com, Gendut GDT Racing berbagi pengalaman, “Pada saat Chandra menjadi juara nasional Pemula OnePrix 2023, RPM mencapai 15.200 di Mijen Semarang. Sekarang, dengan aturan baru, RPM harus diturunkan dan dibatasi menjadi 14.000. Namun, penyesuaian set-up sudah berjalan sesuai aturan baru dan motor tim Galak Galak hampir siap,” ujarnya.
“Saat ini, saya sedang fokus melakukan riset terhadap MX King untuk pembalap pemula, M Syauqi, yang berasal dari tim Galak Galak di Riau. Dengan pengurangan RPM ini, mesin dan perangkat pendukungnya diharapkan lebih awet,” tambah Gendut GDT Racing, yang pada tahun lalu berhasil membawa Candra Hermawan (Yamaha Aditama SCM NHK VND) meraih juara nasional pemula (OP2) OnePrix 2023.
Yang jelas balap UB 150 Nasional (MX King) akan jadi lebih tabu, dalam artian semua mekanik bakal meraba kembali riset dan racikanya, sehubungan dengan downgrade ini.
Bakal lebih seru kah? kita tunggu saja,oke!. Gaspol!!!

