Otoinfo.id – Seru dan panas! Pertarungan R25 Pro pada Final Yamaha Sunday Race (YSR) di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jabar (24/11) jadi gengsi antar ban import. Yup! Hadirnya IRC RMC830 yang notabene import dari Jepang sebagai ban pendatang baru dikelas ini membuat tensi kompetisi makin hidup. Apalagi dengan suksesnya Rey Ratukore (Cargloss Racetech RRS IRC) sukses jadi yang tercepat disesi kualifikasi dengan catatan waktu 1:42.504.

Pun begitu, justru Anggi Setiawan (Yamaha BAF Yamalube Pirelli Akai Jaya MBKW2 Racing Team) dengan Pirelli Diablo Superbike yang memenangi balapan selama 8 lap itu. Tak hanya meraih podium juara, rider asal palu, Sulteng itu unggul dengan gap 5,326 detik. Mantap! Pirelli Diablo Superbike (slick) sendiri adalah ban import Jerman dengan ‘DNA’ balap kelas dunia WSB (World Super Bike). Wow!

Baca Juga : YSR 2019 Sentul (Seri 3): Pastikan Juara R25 Comm A, Ternyata Shandy Topan Andalkan Pirelli Supercorsa
“Alhamdulillah, ini adalah podium juara saya yang pertama ditahun ini. Tim mekanik berikan set up terbaik juga dengan performa ban Pirelli Dibalo Superbike yang optimal. Gap 5 detik bukti kalo Pirelli Diablo Superbike memang tangguh dan memberi grip yang maksimal. Spesial seri ini saya memeng pilih Pirelli Diablo Superbike sebelumnya dengan Pirelli Supercorsa,”nilai Anggi yang menyempurnakan podium juara tim milik Andi Raja Limbunan akrab disapa Andi Akai.
Yup, di seri pamungkas ini, skuad Andi Akai meraih tiga podium juara yakni All New Idemitsu Junior Pro dan R15 Pro lewat Nicky Hayden dan dilengkapi oleh Anggi Setiawan di R25 Pro. Oh ya, ukuran ban yang dipakai Anggi adalah 110/70-17 (depan) dan 140/70-17 (belakang) dengan tekanan ban 30/32 Psi.

Baca Juga : YSR 2019 Sentul (Seri 3): Gupito Kresna Raih Dua Podium Juara, Bukti Kualitas Pirelli Supercorsa
Yes! Ban merupakanan komponen penting di motor balap. Pirelli Superbike mampu memberikan peforma yang maksimal dalam berbagai kondisi temperatur dan permukaan lintasan. Selain itu, teknologi yang dimiliki oleh ban ini memungkinkan untuk perubahan posisi yang cepat. Alhasil, dengan kompon yang digunakan pada ban tersebut membuat Anggi pede melibas setiap tikungan di SIC. Menariknya sepanjang lap dia terlihat santai dan nyaman dalam melahap putaran demi putaran.
Baca Juga : Final YSR 2019 Sentul: Race R25 Pro, Anggi Setiawan Kesatu, Rey Ratukore Juara Umum

“Pirelli Superbike adalah ban yang dirancang untuk para rider yang menginginkan performa optimal. Compound dan material konstruksinya adalah hasil dari pengamatan kami pada seluruh sirkuit tingkat dunia yang dikembangkan sesuai dengan permintaan pembalap kelas dunia.Profilenya dirancang untuk handling yang sempurna dan dukungan yang optimal dengan sudut kemiringan maksimal. Traksi dan stabilitas yang luar biasa pada saat kecepatan tinggi dan konstan pada setiap putaran, kami juga mengucapkan Terima Kasih kepada Pembalap Anggi Setiawan dan Tim Akai Jaya yang telah menjuarai kelas 250 Pro pada ajang Yamaha Sunday Race. Hal ini dapat melengkapi data kami terkait performa ban tersebut yang di gunakan di Sirkuit Sentul International”ungkap Andre Satrio selaku Menejer Motosport Pirelli Asia.
Lantas, apakah ban berteknologi tinggi ini perlu di produksi di Indonesia? Ada komentar? Wawan/Aji

