Otoinfo – MotoGP adalah salah satu kejuaraan balap motor paling bergengsi di dunia, banyak peraturan yang harus dipenuhi, setiap tahun peraturan dan aturan yang sudah ada bisa mengalami beberapa perubahan, ini dilakukan demi meningkatkan keselamatan dan persaingan di balapan.
Demikian pula, Honda dan Yamaha adalah dua merek pabrikan motor terkemuka yang ikut berpartisipasi dalam MotoGP dan telah menjadi pesaing utama MotoGP selama bertahun-tahun. Mereka telah berkomitmen berpartisipasi di MotoGP dan berkompetisi di level tertinggi.
Baca Juga: All New Yamaha NMAX 2023: Penerus MAXi Skuter, Hadir Dalam Varian Warna Baru!
Beberapa aturan MotoGP yang sering dianggap ribet :
- Pembatasan mesin, setiap pembalap dibatas jumlah mesin yang dapat mereka gunakan pada suatu musim. Jika ada kelebihan menggunakan mesin, mereka dapat terkena penalti.
- Penggunaan ban, aturan tentang jenis ban yang bisa digunakan serta jumlah ban yang bisa digunakan selama balapan diberlakukan juga aturan untuk mengoptimalkan kinerja demi menghindari bahaya ban yang aus.
- Penalti, MotoGP saat ini memiliki beragam penalti yang diberikan ketika ada berbagai pelanggaran, contohnya memotong lintasan, melanggar aturan pit stop, dan hal lain seperti melakukan tindakan berbahaya di atas lintasan.
- Teknologi dan aerodinamika, regulasi teknis ketat diterapkan untuk memastikan adilnya dalam persaingan dan mencegah pembalap serta tim menggunakan teknologi atau fitur yang tidak diizinkan.
- Jumlah balapan dan format acara, Jadwal balapan dan format MotoGP seringkali berubah dari musim ke musim, entah dengan ditambah atau dikurangi balapan untuk mengakomodasi perubahan pada kalender dan lokasi.
- Uji coba dan pengujian, Aturan tentang uji coba serta pengujian selama musim MotoGP dapat mempengaruhi persiapan tim serta pembalap.
Meskipun semua peraturan ini ditetapkan dengan tujuan meningkatkan keselamatan, serta memberikan kesempatan yang adil untuk semua tim dan pembalap, ditambah menjaga daya tarik MotoGP sebagai olahraga balap kompetitif. Seiring berkembangnya waktu, peraturan dapat berubah san disesuaikan untuk menghadapi tantangan baru demi meningkatkan kualitas balapan.
Namun, karena banyaknya peraturan yang ribet tersebut banyak tim dan pabrikan yang memilih ataupun terpaksa mundur dari ajang ini, seperti suzuki. Bahkan pabrikan Honda dan Yamaha saat ini juga terancam, hal ini bahkan mendapat tanggapan dari mantan pembalap legenda Casey Stoner
“Saya pikir Honda dan Yamaha tidak pantas disalahkan untuk situasi mereka sekarang,” tutur Casey Stoner.
“Saya pikir peraturan telah diubah untuk membantu pabrikan Eropa dengan aerodinamika., Beberapa tahun lalu, peraturan memutuskan melarang semua bantuan dari aerodinamika. Tetapi, peraturan itu sekarang diubah lagi. Ini alasannya mengapa Suzuki meninggalkan MotoGP. Saya khawatir Honda dan Yamaha juga akan pergi karena yang mereka miliki sekarang bukanlah apa yang menjadi komitmen mereka. Motor MotoGP sekarang adalah mobil Formula 1 dengan dua roda. Terakhir kali saya melihat, ini masih olahraga balap motor dan bukan Formula 1.”
“Aerodinamika menyita banyak sumber daya. Apalagi, di Jepang lebih sulit untuk mengembangkan sesuatu dibandingkan di Eropa. Tetapi, mengutak-atik aerodinamika memang seperti ini. Sulit untuk memahami apa yang ada dalam pikiran para pembuat keputusan di pabrikan Jepang. Saya tidak berbicara dengan mereka secara personal. Tetapi, faktanya adalah mereka mengalami banyak kesulitan. Mungkin mereka tidak mau lagi mengikuti perkembangan ke arah ini. Menurut pendapat saya, seharusnya tidak perlu ada segala macam winglet dan perangkat tambahan ini,” tambahnya.
