Otoinfo.id – Bagi sebagian pembalap, kesempatan tampil di luar negeri mungkin identik dengan target podium dan hasil akhir. Namun bagi Fiandra Reja dan Firza Angkasa, kiprah mereka di MotoMini Malaysia Round 4 dan Round 5 justru dimaknai sebagai bagian penting dari proses belajar.

Duo kakak-adik yang menjadi bagian dari Bali Queen Racing Team tersebut dijadwalkan ambil bagian dalam gelaran MotoMini Malaysia di Sepang International Circuit, Malaysia, 18–20 September 2026.
Menariknya, usia pengalaman Fiandra dan Firza di dunia balap motor masih terbilang sangat muda. Keduanya baru sekitar 2–4 bulan mulai mengenal dan menjalani dunia balap motor.

Karena itu, keputusan membawa mereka ke Sepang bukan semata-mata untuk mengejar hasil. Ada sesuatu yang lebih besar yang ingin dibangun, yakni pengalaman, mental, sekaligus cara mereka menghadapi lingkungan balap yang berbeda.
Dedy Fermadi Melihat Ada Progress
Dedy Fermadi, mentor dari D45 Racing Academy yang dipercaya mengawal langsung Fiandra dan Firza di Sepang, melihat perjalanan keduanya sejauh ini mulai menunjukkan perkembangan.
Menurut Dedy, ada sejumlah indikasi positif yang membuat kesempatan tampil di level Asia menjadi pengalaman yang layak mereka jalani.
“Keduanya punya progress dengan beberapa indikasi yang terpantau. Kesempatan untuk berlaga di MotoMini Sepang besok lebih menitikberatkan bagaimana keduanya punya penyikapan dari semua proses yang akan dilalui,” jelas Dedy Fermadi.
Bagi Dedy, pengalaman di Sepang tidak harus langsung diterjemahkan dalam bentuk angka di papan hasil.
Justru bagaimana Fiandra dan Firza mampu memahami suasana baru, beradaptasi dengan karakter sirkuit, menghadapi pembalap dari negara lain, mengikuti ritme event dan menyelesaikan seluruh proses balap menjadi bagian yang jauh lebih penting.
Podium Bukan Poin Utama
Dedy memahami bahwa secara kompetisi, setiap pembalap tentu ingin mendapatkan hasil terbaik. Namun dalam konteks Fiandra dan Firza, ada tahapan yang harus dilewati sebelum berbicara lebih jauh mengenai prestasi.
“Podium atau tidak bukan jadi poin pencapaian,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana perjalanan kedua pembalap muda ini sedang diarahkan. Bukan membebani mereka dengan tuntutan hasil, melainkan memberikan ruang untuk tumbuh melalui pengalaman nyata.
Terlebih, Sepang International Circuit bukan sekadar nama besar. Atmosfer kompetisi, karakter sirkuit, peserta dari berbagai negara hingga dinamika balapnya akan menjadi pengalaman baru bagi keduanya.
Bos Alvin: Nothing to Lose
Pandangan serupa juga disampaikan Bos Alvin, ayah sekaligus pemilik Bali Queen Racing Team.
Menurutnya, keikutsertaan Fiandra dan Firza di MotoMini Malaysia merupakan kesempatan untuk menambah jam terbang sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai atmosfer balap level Asia.
“Nothing to lose aja, ini adalah bagian dari proses untuk menambah jam terbang. Terpenting keduanya harus happy dengan pengalaman barunya,” ujar Bos Alvin saat ditemui di MotoMini Indonesia Round 1 dan Round 2 di Sirkuit Gokart Boyolali, Jawa Tengah, 12–13 September 2026.
Kalimat sederhana tersebut justru menjadi gambaran bagaimana keluarga dan tim menempatkan perjalanan Fiandra serta Firza.
Tidak ada beban harus pulang membawa piala. Tidak pula ada tuntutan berlebihan kepada dua pembalap yang masih berada pada fase awal perjalanan.
Yang ada adalah kesempatan untuk melihat dunia balap lebih luas.
Dari Pengalaman, Mental Dibentuk
Bagi pembalap muda, pengalaman seperti ini bisa menjadi modal yang jauh lebih panjang daripada sekadar satu hasil balapan.
Fiandra dan Firza akan belajar bahwa dunia balap bukan hanya tentang membuka gas secepat mungkin. Ada proses memahami sirkuit, membaca situasi, menjaga konsentrasi, berkomunikasi dengan mentor, menghadapi tekanan dan yang tidak kalah penting adalah menikmati setiap tahap perjalanan.
Di sinilah peran Dedy Fermadi menjadi penting.
Sebagai mentor, ia tidak hanya dituntut mengawal aspek teknis, tetapi juga membantu keduanya memahami bahwa setiap kesempatan memiliki nilai pembelajaran.
MotoMini Sepang akhirnya bukan sekadar perjalanan dua pembalap muda Bali Queen Racing Team menuju Malaysia.
Lebih dari itu, menjadi satu langkah kecil bagi Fiandra Reja dan Firza Angkasa untuk mengenal dunia yang lebih besar—dengan membawa satu pesan sederhana: belajar, menikmati proses dan pulang membawa pengalaman.
Sebab untuk pembalap yang baru beberapa bulan mengenal dunia balap, terkadang pengalaman pertama jauh lebih berharga daripada sebuah podium.


