Otoinfo- Apakah kamu familiar dengan istilah velocity stack? itu loh, alat berbentuk terompet yang dipasang pada moncong karburator atau throttle body. Fungsinya sangat penting, yaitu untuk mengatur pola aliran udara di intake. Velocity stacks bekerja dengan menciptakan aliran udara yang lebih searah saat memasuki throttle body.
Manfaat utamanya adalah meningkatkan tenaga dengan memastikan udara yang masuk ke karburator tidak mengalami turbulensi atau mbulet. Namun, perlu diperhatikan bahwa panjang velocity stack juga berperan dalam karakteristik motor.

Semakin panjang velocity stack, motor akan lebih mendapat keuntungan di bagian torsi, meskipun tenaga puncaknya mungkin sedikit berkurang. Sebaliknya, jika velocity stack lebih pendek, tenaga puncak atau HP akan bertambah, meskipun bagian torsi mungkin sedikit berkurang. Pemilihan panjang velocity stack dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengendara.
Melansir dari Maniamotor.com, Menurut Swegah Dokoh dari RAT Motorsport di Jln. Juanda, Sidoarjo, Jatim, “Velocity stack membuat aliran udara menjadi lebih teratur dan searah, mengisi ruangan dengan lebih baik. Respon gas terasa lebih baik ketika mesin semakin padat.”
Namun, perlu dicatat bahwa tujuan pemasangan velocity stack bukan untuk meningkatkan kecepatan udara, melainkan agar udara tidak saling bertabrakan sebelum mencapai karburator. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan sinyal bahan bakar yang konsisten.
Pemasangan velocity stack pada moncong throttle body atau karburator bisa menjadi pilihan para tuner motor balap untuk mengatur aliran udara dengan cepat dan terarah. Dalam pengalaman praktisnya, mesin motor injeksi modern dapat merasakan peningkatan tenaga sekitar 5-10% pada rpm tinggi dengan pemasangan velocity stack open air system.
Jadi, jika kamu ingin memaksimalkan performa motor, pertimbangkanlah untuk menginstal velocity stack dengan panjang yang sesuai dengan kebutuhan motor dan preferensimu. Dengan begitu, kamu dapat merasakan peningkatan performa yang signifikan.


