
Otoinfo.id–Kemampuan berkendara yang baik bukan satu-satunya modal untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan. Dibutuhkan pula disiplin, konsistensi, kemampuan berkomunikasi, serta kemauan untuk terus belajar.
Semangat tersebut tercermin dalam Bootcamp Road To Cari Aman Academy yang digelar Astra Motor Yogyakarta pada Kamis, 24 September 2026, di Safety Riding Center Astra Motor Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti sekitar 30 siswa dan tiga guru pembimbing dari tiga Sekolah Binaan Safety Riding Astra Motor Yogyakarta, yakni SMK Muhammadiyah 1 Playen, SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, dan SMK Ma’arif 1 Wates.

Bootcamp tersebut menjadi salah satu tahapan seleksi untuk menentukan perwakilan Astra Motor Yogyakarta menuju Cari Aman Academy tingkat nasional.
Tak Sekadar Menguji Kemampuan Berkendara
Seleksi dalam bootcamp dirancang cukup komprehensif. Peserta tidak hanya dituntut mampu mengendalikan sepeda motor dengan baik, tetapi juga harus memiliki kemampuan menyampaikan edukasi keselamatan berkendara.
Beberapa aspek yang diuji meliputi skill berkendara, Honda Riding Trainer Simulator, aktivitas media sosial bertema keselamatan berkendara, hingga presentasi edukasi keselamatan.

Pada pengujian skill berkendara, peserta ditantang menunjukkan kemampuan mengendalikan sepeda motor dengan tetap mengutamakan prinsip keselamatan.
Sementara Honda Riding Trainer Simulator memberikan pengalaman menghadapi berbagai situasi berkendara secara aman. Peserta juga dituntut kreatif memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan kampanye keselamatan kepada generasi muda.
Kemampuan komunikasi turut menjadi perhatian. Melalui sesi presentasi, peserta harus mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara komunikatif, sederhana, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Talent Harus Diikuti Disiplin dan Kemauan Belajar
Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta Julius Armando mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para School Safety Riding Advisor.
“Melalui Bootcamp Road To Cari Aman Academy ini, kami ingin memberikan pengalaman sekaligus meningkatkan kompetensi para School Safety Riding Advisor. Harapannya, mereka tidak hanya memiliki kemampuan berkendara yang baik, tetapi juga mampu menjadi role model dan menyampaikan edukasi keselamatan berkendara secara menarik,” ujarnya.
Semangat pengembangan talenta juga sejalan dengan pandangan Dedy Fermady dari D45 Road Racing Academy yang diamini Bos Alvin dari Bali Queen Racing Team. Keduanya menilai bahwa talenta saja belum cukup untuk membawa seorang rider berkembang.
“Pembalap bertalenta bisa kalah dengan pembalap yang disiplin.”
Talent memang dapat membuat seseorang melaju lebih cepat. Namun, disiplin, konsistensi, dan kemauan belajar menjadi faktor yang membuat kemampuan tersebut terus berkembang.
Dua Siswa dan Satu Guru Dipilih
Dari seluruh rangkaian seleksi, nantinya akan dipilih dua siswa dan satu guru pendamping untuk mewakili Astra Motor Yogyakarta pada Cari Aman Academy tingkat nasional.
Program ini sekaligus memperkuat peran sekolah binaan dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas. Para peserta diharapkan mampu membawa semangat #Cari_Aman tidak hanya di sekolah, tetapi juga ke lingkungan keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas.

