portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Sign In
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Notification
HeadlineRacing

Abiyan Razga Racing Team Tampil Gemilang di AHDC 2026 Purwokerto, Raih Dua Podium Matic!

HeadlineRacing

MX King MKRT Pecah Telur di Paser Cup Race 2026 Seri 2, UB130 Tetap Podium!

HeadlineRacing

Hasil Lomba Astra Honda Dream Cup 2026 Purwokerto

HeadlineRacing

Rafii Boy Junior Honda 86 Ristan Kuasai Kelas Beginner, Menang di AHDC 2026 Purwokerto

Font ResizerAa
Otoinfo.idOtoinfo.id
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Sign In Sign In
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
HeadlineRacing

Adendum Kelas NS250 Bikin Riset Terhambat? Regulasi AP250 ARRC Disebut Lebih Tepat!

Setiaji
Last updated: 14/08/2025 14:55
By Setiaji
2 Min Read
SHARE

Otoinfo.id – Menjelang putaran ketiga Mandalika Racing Series 2025 tepatnya di kelas NS250, yang diisi oleh Honda CBR250RR dan Yamaha R3, ada adendum alias peraturan tambahan. Adendum yang dimaksud adalah soal pengurangan RPM dan penambahan bobot untuk Yamaha R3 guna menjadikan balap yang seimbang.

Namun, dalam kasus ini banyak yang menyebut tidak adil. Karena aturan baru ini berlaku untuk semua pembalap alias semua peserta di MRS 2025 khususnya yang pakai Yamaha R3.

Pasalnya, berkaca dari peraturan ARRC khusus di kelas AP250, pembalap yang mendapat aturan namanya rider equalizer hanya mereka yang unggul. Sebagaimana melihat klasemen poin. Jadi pada intinya mereka yang terlalu dominan, akan terjerat RPM menyesuaikan jarak poin klasemen sementara.

Tentu saja, aturan ini mendapat respon berbagai pihak. Termasuk H. Putra Rizky pemilik tim Yamaha LFN HP969 yang di kelas NS250 ini berkolaborasi dengan Global Ondolomon. Dalam konteks ini, ada pembalapnya Robby Sakera dan Fadhil Musyavi.

“Kiblatnya kan Asia, kita jenjangnya kan ke sana,” ujar H. Putra dalam komentar Instagram seraya mengatakan jika aturan ini dibuat dengan embel-embel hanya kejurnas, maka bisa saja menghambat program riset mekanik khususnya yang pegang Yamaha R3.

Tidak dipungkiri, selama ini (dalam dua seri), baik Robby Sakera dan Fadhil Musyavi terbukti improve. Bahkan di level Asia mereka berdua terbukti kompetitif.

Yap, alangkah baiknya memang mengekor pada aturan ARRC. Karena bagaimana pun, arahnya tetap ke level Asia!

Join Our Newsletter
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
TAGGED:mandalika racing series
Share This Article
Facebook Email Copy Link

You Might Also Like

HeadlineRacing

Ican Naruto Bawa Arya Putra 77 Juara Umum SVNX Pemula di Cleosa Series 2024

By Setiaji
16/12/2024
HeadlineRacing

GDS Fun Dragbike Racertees ABRT20 (Edisi Ramadhan) : Spesial THR Kelas FFA, Juga Banyak Hadiah Lainnya

By otoinfo
15/05/2019
HeadlineRacing

Bos HTJRT Ngobrol Serius! Potensi Gunungkidul dan Kepedulian Putra Daerah, Ada Apa Gerangan?

By otoinfo
09/05/2023
HeadlineRacing

Kabar Baik! Drag Bike Kembali Dimulai, Tegal Jadi Kota Pertama!

By otoinfo
18/07/2020
HeadlineInfo

Efek Virus Corona, Honda Prospect Motor (HPM) Periksa Tamu Asing Yang Akan Datang

By otoinfo
04/03/2020
HeadlineMotoGPRacing

Tech3 Gak Kemana-mana, Bro! Herve Poncharal Tegaskan Masih Setia Sama KTM

By Puput
08/06/2025
otoinfo.id - 2018
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Media
  • Disclaimer – Otoinfo
portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?