Otoinfo.id – Yap, di tahun 2023 MotoGP kehilang satu pabrikan yakni Suzuki. Pabrikan asal Jepang itu memastikan mundur dari kejuaraan balap dunia. Di sisi lain ada Yamaha yang juga tidak memiliki tim satelit. Nah, fakta lainnya Ducati memiliki 4 tim atau 8 motor di grid. Sudah pasti Ducati yang paling mendominasi.
Kondisi ini lantas mendapat respon dari bos Aprilia, Massimo Rivola. Bahwa MotoGP disebut lama-lama akan menjadi One Make Cup atau balapan dengan satu merek. Tentu saja kondisi tersebut paling tidak diinginkan oleh penggemar maupun lingkungan paddock.
Baca Juga : Wow! Mata Panah Cup Race Bakal Gelar Balap Motor Sekaligus Kontes Modifikasi Akhir Pekan Ini
“MotoGP tidak seharusnya menjadi One Make Cup. Hampir setengah dari tempat awal sudah ditempati oleh satu merek,” ungkapnya. Bos Aprilia mengatakan Ducati sudah terlalu kuat. Dalam hal ini jumlah 4 tim juga menurutnya tidak adil. “Kita harus mencari kompromi.”
Baca Juga : Motoprix 2023: Azi Zihad Pastikan Main, Sama Tim Mana?
“Saya setuju bahwa jumlah maksimum tim per pabrikan harus ditentukan,” katanya. Massimo Rivola yang dulunya orang Formula 1 ini memberi contoh bagaimana aturan di Formula 1. Dimana tim yang ingin memakai mesin sama maka harus lewat persetujuan semua tim. Menurutnya itu aturan yang juga harus diterapkan di MotoGP. Aji
