
Otoinfo.id – Menjelang musim balap nasional yakni seri Oneprix 2023, muncul sebuah rencana aturan soal pembatasan latihan H-15 di sirkuit atau trek yang digunakan seri Oneprix. Misalnya seri pembuka di Sentul, H-15 maka tidak ada yang boleh larihan atau set up motor di sirkuit tersebut. Nah, soal ini H. Putra Rizky salah satu pemilik tim yang ikut Oneprix tidak menyetujui aturan tersebut.
Baca Juga : Racingstart Konsisten Support Ajang Balap 201M Bergengsi IDC 2023
Tidak setuju lantaran menurutnya malah jadi tidak efisien. Karena nanti tim berupaya untuk latihan sebelum H-15, dan akan kembali lagi jelang 2 atau tiga hari balapan. Malah nantinya akan mengeluarkan biaya lebih untuk akomodasi.

“Ini sudah disosialisasikan dengan pihak pemilik sirkuit belum? Mereka bisa teriak karena kehilangan pemasukan. Menurut saya, jika regulasi itu ada, maka tidak efektif. Harus dibatalkan,” sambung H. Putra Rizky yang punya dua tim, LFN HP969RT sebagai tim utama dan STN Rajendra Pejantan Tangguh sebagai tim satelit.
Baca Juga : Absen di Sentul Drag Fest, Vivant Suryandrana Pilih Terbang ke Korea, Kenapa?
Menanggapi hal itu, Medya Saputra selaku Direktur On Road Olahraga Motor PP IMI mengatakan jika memang ada peraturan seperti itu sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu. Terutama pada pihak pemilik sirkuit yang akan jadi tuan rumah nantinya. Aji

