OTOINFO.ID – Java Race Championship (JRC) 2026 Seri 2 sukses mencuri perhatian Ketua Harian IMI Jawa Tengah, Yananta Laga Kusuma. Ajang yang berlangsung di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, pada 31 Oktober–1 November 2026 itu menghadirkan persaingan sengit antarpembalap papan atas Indonesia.
Yananta mengaku kagum dengan kualitas kompetisi JRC yang mempertemukan sejumlah pembalap berprestasi dari berbagai daerah. Menurutnya, kejuaraan tersebut mampu menghadirkan atmosfer persaingan yang menarik sekaligus membuka kesempatan bagi para pembalap untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“JRC menakjubkan, semua pembalap berprestasi di Indonesia bisa ikut berlaga, sukses terus buat Java Race, sukses juga buat Bos Sholeh,” ungkap Yananta Laga Kusuma.
Sosok Bos Sholeh yang mendapat apresiasi tersebut merupakan Sholeh Ahmad Effendi, owner SAE Racing Team sekaligus inisiator Java Race Championship.
JRC 2026 Hadirkan Persaingan Pembalap Berkelas Asia
JRC Seri 2 mempertemukan sejumlah pembalap nasional yang memiliki pengalaman bersaing di berbagai kejuaraan bergengsi, termasuk Asia Road Racing Championship (ARRC).
Kehadiran para pembalap berpengalaman tersebut semakin meningkatkan daya tarik kompetisi. Mereka harus menghadapi rival-rival tangguh yang sama-sama memburu kemenangan di lintasan GBT.
Persaingan ini menghadirkan atmosfer layaknya perang bintang Asia dalam sebuah kejuaraan balap motor nasional.
Tak hanya menyuguhkan duel sengit, JRC juga membuka ruang bagi pembalap muda untuk menguji kemampuan menghadapi para senior yang telah mengantongi pengalaman di level internasional.
Bos Sholeh Dorong Persaingan dan Regenerasi Pembalap
Keberhasilan JRC menghadirkan deretan pembalap berkualitas turut memperlihatkan kontribusi Sholeh Ahmad Effendi dalam mengembangkan ekosistem balap motor Indonesia.
Melalui Java Race Championship, Bos Sholeh berupaya membangun kompetisi yang tidak hanya mengutamakan persaingan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pembalap muda untuk menambah pengalaman.
Pertemuan pembalap lintas generasi tersebut menciptakan nilai kompetitif tersendiri. Para pembalap muda dapat mengukur kemampuan, sementara pembalap senior harus terus menjaga performa untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Apresiasi Yananta Laga Kusuma sekaligus memperlihatkan perhatian pengurus organisasi otomotif terhadap perkembangan kejuaraan yang lahir dari inisiatif promotor independen.
Kini, JRC menghadapi tantangan untuk terus menjaga kualitas penyelenggaraan, meningkatkan persaingan yang sehat, serta memperkuat kesinambungan pembinaan pembalap muda.
Sebab, keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya bergantung pada banyaknya pembalap bintang yang tampil, tetapi juga pada kontribusinya dalam melahirkan generasi penerus balap motor Indonesia.
