Otoinfo – Mandalika bukan hanya menjadi panggung kemenangan Kenzie Akbar Da Ninos pada Mandalika Racing Series (MRS) Round 4, 19-20 September 2026. Bagi Doni Ramdhani, mentor Doni Racing School (DRS35), hasil tersebut menjadi penanda penting dari proses pembinaan rider yang telah berjalan selama tiga tahun.

Berlaga di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kenzie mencatatkan sejarah sebagai rider pertama DRS35 yang mampu meraih podium pertama di kelas Indonesia Junior Talent Cup (ITJC) U-15 Junior.
Pencapaian tersebut sekaligus melanjutkan perjalanan tiga generasi rider DRS35. Setelah Fadhil Musavi pada 2024 dan Abid pada 2025, baru pada musim 2026 podium pertama berhasil diraih melalui Kenzie Akbar Da Ninos
Namun, bagi Doni, keberhasilan tersebut bukan hanya mengenai siapa yang berdiri paling tinggi di podium.
Baca Juga : Pendatang Baru Bagong Jaya 27Hz Mulai Tebar Ancaman, Kunci Gelar JU di Road Race 2026 Pemalang
DRS35 Mulai Mengandalkan Program Pembinaan Terukur
Doni mengungkapkan, perkembangan sejumlah rider DRS35 mulai menunjukkan perubahan signifikan setelah mendapatkan treatment yang lebih spesifik.
Selain latihan balap, program mereka mencakup latihan fisik serta sesi latihan di Sentul menggunakan motor sport 250cc yang dilakukan secara rutin. Program fisik bersama Brimob juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan fisik dan durabilitas rider.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan rider tidak lagi hanya berorientasi pada kecepatan di lintasan.
Kemampuan mempertahankan konsentrasi, posisi tubuh, kontrol motor, serta performa selama race membutuhkan kondisi fisik dan daya tahan yang memadai.
“Banyak catatan, terutama tim kita juga tiga tahun berkarier di kelas U-15 Junior dan baru pertama kali meraih podium pertama,” ujar Doni.

Bukan Hanya Kenzie
Menariknya, progres DRS35 di Mandalika tidak hanya terlihat dari Kenzie.
Rafa, Raja dan Baim disebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan setelah menjalani program pembinaan tersebut.
Sementara itu, Abid juga mampu memperlihatkan kualitasnya meski masih berada dalam tahap pemulihan. Bagi Doni, kerja keras dan disiplin Abid menjadi bagian penting dari proses perkembangan seorang rider.
Di sisi lain, Jallu harus menghadapi kenyataan berbeda setelah mengalami crash pada Race 1 hingga mengalami cedera patah tulang. Kini fokusnya adalah menjalani recovery untuk mempersiapkan diri menghadapi final round.
Baca Juga : Fahmi dan Fadli Kuasai Superpole Race NS150 MRS 2026 Seri 4, Gelar Juara Siap Dikantongi
Fadhil sendiri terus menjaga konsistensi dengan kembali berada di podium. Target berikutnya bukan sekadar mengejar hasil sesaat, tetapi mempertahankan konsistensi sekaligus terus meningkatkan kemampuan.
DRS35, Sekolah Balap yang Menyiapkan Regenerasi
Doni menegaskan bahwa DRS35 memang dibangun bukan sekadar sebagai tim balap.
“Team kita ini tim pembentukan rider, bisa disebut tim sekolah balap. Jadi bukan cuma asal balap saja, tapi ada jenjang khusus juga bersama Niti Racing,” jelasnya.
Karena itu, podium Kenzie di Mandalika tidak bisa dilihat sebagai sebuah hasil yang berdiri sendiri.
Ada proses panjang sejak generasi Fadhil, dilanjutkan Abid, hingga akhirnya Kenzie memecahkan telur podium pertama DRS35 di U-15 Junior.
Bagi DRS35, satu podium telah selesai dirayakan. Namun pekerjaan sebenarnya justru baru dimulai: membentuk rider yang lebih kuat secara teknik, fisik, mental, disiplin dan mampu naik ke level berikutnya.


