
Otoinfo.id – MotoGP bersiap memasuki babak baru pada musim 2027. Regulasi teknis yang akan diterapkan secara menyeluruh diyakini mengubah wajah balap motor paling bergengsi di dunia, mulai dari kapasitas mesin hingga perangkat aerodinamika.
Perubahan paling mencolok adalah penurunan kapasitas mesin dari 1.000 cc menjadi 850 cc. Regulasi ini sekaligus mengakhiri era mesin 1.000 cc yang telah digunakan sejak 2012 dan membawa konsekuensi langsung pada performa motor di lintasan.
Mantan pebalap MotoGP, Loris Capirossi, memprediksi motor generasi 2027 akan mencatatkan waktu putaran yang lebih lambat. Saat ini, Capirossi menjabat sebagai Kepala Keselamatan Dorna Sports dan terlibat langsung dalam evaluasi regulasi baru.

Menurut Capirossi, motor MotoGP 2027 berpotensi lebih lambat hingga 2,5 detik per lap dibandingkan motor yang digunakan saat ini.
“Motor-motornya akan lebih lambat hingga 2,5 detik,” ujar Capirossi seperti dikutip dari Crash, Kamis (8/1/2026).
Sebagai mantan juara dunia kelas 125 cc dan 250 cc, Capirossi menilai perlambatan tersebut bukan hal mengejutkan. Ia membandingkan situasi ini dengan perubahan besar yang pernah terjadi pada 2007, ketika MotoGP beralih dari mesin 990 cc ke 800 cc.
“Ini mirip dengan tahun 2007. Saat motor 800 cc pertama kali digunakan, performanya memang lebih lambat pada awalnya,” kata Capirossi.
Selain pengurangan kapasitas mesin, sejumlah aturan lain turut berkontribusi pada penurunan kecepatan. Mulai 2027, MotoGP akan melarang penggunaan ride height device serta membatasi pengembangan aerodinamika, termasuk sayap dan spoiler yang selama ini menjadi kunci peningkatan kecepatan motor modern.
Berdasarkan simulasi awal yang dilakukan pabrikan, data teknis menunjukkan penurunan waktu putaran berkisar antara 1,5 hingga 2,5 detik.
“Penyebab utamanya adalah mesin 850 cc dan tidak adanya spoiler serta sayap,” jelas Capirossi.
Regulasi baru ini dirancang sebagai respons atas performa ekstrem motor MotoGP saat ini. Sepanjang musim 2025, rekor lap terus bermunculan di hampir semua sirkuit, menjadikan MotoGP sebagai ajang balap motor tercepat sepanjang sejarah.
Kecepatan tinggi tersebut memunculkan kekhawatiran serius terkait keselamatan pebalap. Karena itu, Dorna dan FIM sepakat menekan performa motor demi meningkatkan aspek keselamatan, sekaligus menciptakan balapan yang lebih kompetitif dan mengandalkan kemampuan pebalap.
Meski begitu, Capirossi meyakini perlambatan ini hanya bersifat sementara.
“Sejarah akan terulang. Pada awalnya motor akan lebih lambat, tetapi seiring perkembangan teknis, kecepatannya akan kembali meningkat,” ujarnya.
MotoGP 2027 pun diprediksi menjadi awal era baru, di mana teknologi, keselamatan, dan skill pebalap kembali menjadi pusat perhatian di lintasan.

