Otoinfo.id – Pasar mobil listrik di Indonesia memang berkembang pesat, namun kondisi berbeda justru dialami pedagang mobil bekas. Stok mobil listrik bekas kini sulit terjual, membuat para pedagang gelisah hingga “tidak bisa tidur nyenyak”.
Berdasarkan pantauan di sejumlah showroom mobil bekas wilayah Tangerang, penjualan mobil listrik bekas sepi peminat. Hal ini ditegaskan Ronny, Marketing Dago Motor, yang menyebut harga mobil listrik baru terlalu murah akibat perang harga antar pabrikan.
“Mobil listrik, harga barunya lebih murah gitu. Jadi penjual mobil bekas pun nggak berani nentuin harga, karena yang baru aja udah murah,” ungkap Ronny kepada GridOto, Rabu (20/8/2025).
Penyebab Mobil Listrik Bekas Sepi Peminat
1. Harga Mobil Listrik Baru Turun Drastis
Percepatan hadirnya model baru mobil listrik membuat harga barunya terus turun. Akibatnya, harga mobil listrik bekas ikut anjlok dan pedagang tidak bisa mematok harga kompetitif.
2. Garansi Hilang Saat Mobil Berpindah Tangan
Garansi menjadi salah satu alasan kuat konsumen enggan membeli mobil listrik bekas. Banyak pabrikan yang tidak memberikan jaminan ketika mobil sudah berpindah kepemilikan. Artinya, pembeli mobil listrik bekas tidak lagi mendapatkan garansi resmi.
Baca Juga: Benaya Farel Siap Kejar Poin di Manahadap Seri 3 Wonogiri, Gabung Dua Tim!
3. Harga Baterai yang Mahal
Baterai adalah komponen termahal dalam mobil listrik. Menurut para pedagang, harga baterai bisa mencapai setengah dari harga mobil itu sendiri. Hal ini membuat calon pembeli semakin ragu untuk membeli unit bekas.
Depresiasi Harga Mobil Listrik Bekas Sangat Tinggi
Wahyu dari Istana Motor Tangerang menambahkan, depresiasi mobil listrik jauh lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional. “Sebagai gambaran, depresiasi harga mobil listrik untuk pemakaian satu tahun pertama sekitar 30 persen sampai 40 persen,” jelasnya.
Dengan penurunan harga sebesar itu, konsumen masih lebih memilih mobil konvensional berbahan bakar bensin yang dianggap lebih aman dari sisi perawatan maupun nilai jual kembali.
Baca Juga: Harga Mitsubishi Destinator Murah di Agustus-September 2025, Kesempatan Terbatas!
Konsumen Masih Pilih Mobil Konvensional
Meski tren mobil listrik di Indonesia terus meningkat, pasar mobil bekas masih didominasi mobil konvensional. Selain lebih mudah dijual kembali, mobil bensin juga dianggap lebih praktis karena tidak ada kekhawatiran terkait baterai maupun garansi.
Pedagang mobil bekas saat ini harus berpikir keras untuk bisa melepas stok mobil listrik yang sulit laku. Selama harga mobil listrik baru terus ditekan pabrikan dan garansi belum berpihak pada pembeli mobil bekas, wajar jika konsumen masih menjauhi pasar mobil listrik second.
