Otoinfo.id – Jorge Martín masih berusaha menemukan ritme terbaiknya usai comeback ke lintasan MotoGP. Dalam Grand Prix keduanya setelah absen panjang, sang juara dunia bertahan mengakui bahwa perjuangannya kali ini jauh lebih berat dibandingkan musim lalu.
Martín bahkan secara jujur mengatakan bahwa finis di posisi ke-15 bersama Aprilia lebih sulit dibandingkan perjuangan merebut pole position bersama Ducati pada musim sebelumnya.
“Saya masih berada di luar trek dan saya tidak merasa Aprilia adalah motor saya. Kecelakaan itu menghilangkan kepercayaan diri saya,” ujar Martín, mengingat insiden yang sempat membuatnya kehilangan sentuhan balap.
Adaptasi Berat Bersama RS-GP
Dalam sesi Free Practice 1, Martín mencoba tampil tanpa obat penghilang rasa sakit. Namun rasa nyeri di pergelangan tangan kirinya membuat rider Spanyol itu akhirnya harus mengonsumsi obat pereda nyeri pada sore hari.
Menurutnya, saat ini bukan perkara kecepatan semata, melainkan usaha membiasakan diri dengan karakter RS-GP.
“Masuk ke Q1 bukan masalah, justru memberi saya lebih banyak waktu dengan motor ini. Saya butuh jarak tempuh. Saya masih menguji tinggi setang dan belum sepenuhnya nyaman,” ungkap rider bernomor #1 itu.
Baca Juga: Marquez Akui Bagnaia Rival Terberat di MotoGP Austria, Bukan Sang Adik
Tak Ingin Terburu-buru
Sejak kecelakaan di Qatar yang membuatnya absen panjang, Jorge Martín menegaskan dirinya tidak mau terburu-buru. Ia sadar proses adaptasi ini membutuhkan kesabaran agar tidak berakhir dengan cedera serius.
“Olahragawan terbaik, seperti Marc Marquez, pernah menderita bertahun-tahun. Saya baru setengah tahun, jadi tidak boleh putus asa,” jelasnya.
Martín pun menambahkan betapa berat perjuangannya saat ini:
“Saya bekerja lebih keras sekarang untuk finis di urutan ke-15 dibandingkan musim lalu ketika meraih pole. Saya harus memberi diri saya waktu, kalau tidak saya bisa mengalami kecelakaan serius lagi.”
Jalan Panjang Kembali ke Puncak
Dengan kondisi fisik yang belum 100 persen dan motor baru yang masih asing, Jorge Martín tahu bahwa jalan kembali ke puncak MotoGP tidak akan mudah. Namun, tekadnya tetap bulat: perlahan membangun kembali rasa percaya diri dan kenyamanan di atas Aprilia.
Baca Juga: Bagnaia Akhirnya Kembali ke Performa Normal: “Saya Bisa Tekan Lagi Saat Pengereman”
Para penggemar MotoGP kini menunggu, apakah sang juara bertahan mampu segera menemukan kembali performa terbaiknya, atau justru harus melalui musim penuh perjuangan yang berbeda total dari tahun sebelumnya.
