Otoinfo.id – PT Honda Prospect Motor (HPM) baru-baru ini mengungkapkan bahwa kemunculan kode mobil baru di Samsat menjadi sorotan, di mana banyak yang berspekulasi bahwa ini adalah tanda hadirnya HR-V e:HEV, mobil hybrid terbaru dari Honda. Namun, Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director HPM, masih enggan mengonfirmasi informasi tersebut.
Dalam keterangannya, Billy menjelaskan bahwa pendaftaran di Samsat merupakan proses administratif yang tidak selalu berhubungan langsung dengan waktu produksi atau peluncuran. “Saat ini kami belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai hal ini,” ujarnya.
Sampai saat ini, Honda hanya menjual model hybrid seperti CR-V dan Accord yang diimpor dari Thailand, dan belum memiliki model hybrid yang dirakit di Indonesia. Namun, pasar mobil hybrid di tanah air menunjukkan tren positif. Penjualan mobil hybrid melonjak dari 10.344 unit di 2022 menjadi 54.179 unit di 2023, dan di paruh pertama 2024 sudah mencapai 25.807 unit. Sementara itu, penjualan mobil listrik masih tertinggal dengan angka 17.051 unit tahun lalu.
Billy mencatat bahwa konsumen semakin teredukasi mengenai mobil hybrid, yang dianggap lebih praktis dibandingkan mobil listrik. “Teknologi elektrifikasi yang paling praktis saat ini adalah hybrid, karena hemat bahan bakar dan dapat menurunkan emisi gas buang hingga 50 persen,” tambahnya.
Mengenai HR-V, kontribusinya terhadap total penjualan Honda di Indonesia mencapai 16-18%. Dua kode baru yang terdaftar di Samsat, RV58 CVT ZZ dan RV58 RS CVT ZZ, juga menunjukkan indikasi kuat bahwa Honda berencana mengenalkan HR-V e:HEV. Bocoran harga kendaraan ini berada di kisaran Rp 328 juta untuk model CVT dan Rp 372 juta untuk RS CVT, namun harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya lainnya.
Dengan meningkatnya minat terhadap mobil hybrid di Indonesia, kehadiran HR-V e:HEV bisa jadi menjadi langkah strategis Honda untuk menguatkan posisi mereka di pasar. Apakah Anda siap menyambutnya?
