Otoinfo – Untuk tahun 2025, Ducati berencana untuk mengurangi jumlah motor pabrikannya menjadi enam, dari sebelumnya delapan. Gigi Dall’Igna, mengungkapkan bahwa perubahan ini terjadi setelah tim satelit mereka, Pramac Racing, bergabung dengan Yamaha.
Mereka akan fokus pada tiga motor pabrikan dan tiga motor dari tahun sebelumnya, sebagai bagian dari strategi baru mereka. Keputusan ini merupakan respons terhadap kepergian Pramac Racing, yang sebelumnya mendapat manfaat dari motor spesifikasi pabrik bersama tim resmi Ducati.
Sekarang, tim seperti Gresini dan VR46 akan mengandalkan motor yang lebih tua, sementara Ducati mempertahankan tiga motor terbaru untuk tim pabriknya. Menurut Dall’Igna, meskipun mereka akan memiliki lebih sedikit data dengan hanya enam motor, ini sekaligus mengurangi beban kerja mereka.
Enam motor cukup untuk kami tetap bersaing di level tertinggi, meskipun ia mengakui lebih menyukai memiliki delapan motor. Namun demikian, organisasi Ducati diyakini mampu mengelola dengan baik jumlah motor yang lebih sedikit ini.
Sementara itu, perhatian juga beralih pada pembalap yang akan melengkapi line-up Ducati. Pecco Bagnaia dan Marc Marquez akan menjadi bagian dari tim pabrikan, sedangkan Alex Marquez dikonfirmasi akan bergabung dengan Gresini. Marco Bezzecchi, yang sebelumnya berada di VR46, kini telah beralih ke Aprilia, meninggalkan dua kursi kosong di VR46 dan satu di Gresini.
Dall’Igna mengungkapkan keinginannya untuk mempertahankan Fabio Di Giannantonio, yang dianggapnya sebagai pembalap yang mampu memaksimalkan potensi motor tahun sebelumnya.
Mereka berusaha untuk mempertahankan dia di tim. Selain itu, Ducati juga sedang mempertimbangkan untuk mengontrak Fermin Aldeguer untuk salah satu dari dua tim satelit mereka.
Dengan demikian, Ducati memasuki fase baru dalam komposisi tim dan strategi mereka menghadapi musim balap mendatang, dengan fokus pada pengoptimalan sumber daya dan peningkatan performa melalui pembagian sumber daya yang lebih efisien.
Ini adalah gambaran dari langkah-langkah strategis Ducati menghadapi perubahan dinamika dalam ajang balap MotoGP, di mana adaptasi dan pengelolaan sumber daya menjadi kunci utama dalam mencapai kesuksesan kompetitif. Otoinfo
