Otoinfo – Produsen mobil China semakin memperketat persaingannya dengan produsen mobil dari negara lain, terutama dalam pangsa pasar otomotif Indonesia. Wuling menjadi salah satu merek mobil China yang cukup diperhitungkan di pasar domestik.
Dalam hal penjualan di tingkat ritel, yang berarti dari dealer ke konsumen secara langsung di seluruh Indonesia pada Mei 2024, Wuling tetap tidak tergoyahkan. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengenai kinerja penjualan mobil di tingkat ritel menurut merek, Wuling menduduki peringkat teratas dengan menjual 2.001 unit mobilnya.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,40% dibandingkan dengan April 2024, di mana hanya 1.402 unit yang terjual. Secara kumulatif, total penjualan mobil Wuling mencapai 9.350 unit dalam rentang waktu Januari hingga Mei 2024.
Ini memberikan Wuling pangsa pasar sebesar 2,6% dari total penjualan mobil nasional. Angka ini menegaskan posisi Mobil tersebut sebagai salah satu pemain kuat di pasar otomotif Indonesia. Namun, situasi berbeda terjadi dalam penjualan di tingkat wholesales, yaitu dari pabrikan ke dealer, pada periode Mei 2024.
Mobil tersebut hanya mampu menjual 909 unit, tergeser oleh Chery. Pangsa pasar Wuling di wholesales turun menjadi 2,3%, mengalami penurunan sebesar 0,23% dibandingkan bulan sebelumnya di mana mereka mampu menjual 1.188 unit.
Fakta ini juga dikuatkan dengan adanya beberapa model mobil Wuling yang tidak mencatatkan penjualan sama sekali dalam wholesales pada Mei 2024. Beberapa model tersebut termasuk tipe Cortez dan Almaz. Meskipun demikian, keduanya pernah mencatatkan penjualan terbaik meskipun hanya di bawah 10 unit pada Januari dan Februari tahun ini.
Berikut adalah daftar mobil Wuling yang paling tidak laris atau bahkan tidak terjual sama sekali pada Mei 2024:
- Confero S 1.5L T ACT
- Cortez 1.5L T CVT
- Cortez 1.5S T CVT
- Almaz 1.5SET T MT
- Almaz RS Hybrid
Situasi ini menunjukkan tantangan yang harus dihadapi Wuling dalam mempertahankan dan meningkatkan penjualannya di Indonesia. Meski mendominasi penjualan ritel, penurunan dalam penjualan wholesales menunjukkan adanya area yang perlu diperbaiki agar dapat bersaing lebih kuat dengan merek-merek lain di pasar otomotif nasional. Otoinfo.


