
Otoinfo – Setelah sukses besar dengan peluncuran SU7, Xiaomi tengah menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan yang meledak dari konsumen. Dalam upaya untuk mengatasi hal ini, perusahaan telah mengumumkan peningkatan besar-besaran dalam gaji karyawan pabriknya, mencapai angka yang menggiurkan hingga Rp 22 juta per bulan.
Xiaomi sedang mencari pekerja pabrik baru dengan menawarkan paket gaji dan bonus yang sangat menarik. Selain itu, karyawan yang sudah ada diminta untuk memperpanjang jam kerja mereka agar dapat memproduksi lebih banyak SU7. Ini menjadi langkah konkret dari Xiaomi dalam menjawab lonjakan pesanan yang mereka alami.
Pabrik Xiaomi EV di China telah memulai rekrutmen besar-besaran untuk mengatasi gelombang pesanan yang tak terduga. Mereka tidak hanya menawarkan gaji bulanan sebesar 10 ribu RMB (sekitar Rp 22 juta), namun juga menjanjikan bonus setara dengan gaji tersebut yang akan dibayarkan setiap akhir tahun.

Meskipun tawaran ini sangat menggiurkan, laporan yang belum terkonfirmasi mengindikasikan bahwa para pekerja di pabrik tersebut mungkin harus bekerja 10-11 jam sehari, enam hari dalam seminggu. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi kerja, meskipun insentif finansial yang ditawarkan masih sangat menarik.
Sebagai catatan, Xiaomi telah sukses meluncurkan SU7 pada bulan Maret dengan menawarkan tiga varian dengan harga mulai dari RMB 215.900. Pengiriman telah dimulai sejak bulan April dan Mei, dengan target perusahaan yang ambisius mencapai 100.000 hingga 120.000 unit untuk tahun ini.
Hingga saat ini, Xiaomi telah berhasil mengirimkan 8.646 unit SU7 EV pada bulan Mei. Dengan langkah-langkah strategis ini, Xiaomi menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya memenuhi permintaan konsumen yang meningkat, tetapi juga memastikan kesejahteraan karyawannya.
Meskipun tantangan dalam kondisi kerja tetap ada, peningkatan gaji dan bonus yang signifikan diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi para pekerja. Keberhasilan Xiaomi dalam merespons lonjakan pesanan SU7 akan menjadi tolok ukur penting bagi industri otomotif listrik di masa depan. Otoinfo.

