
Otoinfo – Mobil bekas Honda HR-V generasi pertama (2014-2019) semakin diminati di pasaran karena harganya yang semakin terjangkau.
Namun, sebelum Anda memutuskan untuk membeli mobil ini, penting untuk memahami tiga penyakit umum yang sering muncul pada mobil ini beserta cara penanggulangannya.
1. Masalah Rack Steer dan EPS
Salah satu masalah umum yang sering dikeluhkan oleh pemilik Honda HR-V adalah terkait dengan rack steer dan Electric Power Steering (EPS).

Biasanya, masalah ini muncul setelah mobil menempuh lebih dari 50 ribu kilometer. Rack steer merupakan komponen yang menghubungkan setir dengan roda untuk menggerakkan mobil, sedangkan EPS bertanggung jawab dalam memberikan bantuan listrik pada setir.
Penanganan untuk masalah ini adalah dengan melakukan rekondisi pada rack steer yang bermasalah. Biaya rekondisi ini sekitar Rp1,5 juta. Sementara itu, untuk perbaikan EPS, diperlukan biaya sekitar Rp1,2 juta.
2. Kerusakan pada Kaki-kaki
Kaki-kaki Honda HR-V sering mengalami kerusakan, mirip dengan yang terjadi pada Honda BR-V. Beberapa komponen yang rentan mengalami kerusakan antara lain bushing arm, tie rod, long tie rod, dan link stabilizer. Kerusakan ini biasanya muncul setelah mobil menempuh sekitar 80.000 kilometer.
Biaya penggantian suku cadang yang rusak bervariasi, misalnya bushing lower arm memiliki harga sekitar Rp700 ribu sepasang untuk yang original, sementara lower arm original dihargai sekitar Rp1,7 juta.
3. Masalah pada Tombol Start Stop
Masalah ini umumnya terjadi pada varian HR-V tipe SE dan Prestige yang dilengkapi dengan tombol start stop untuk menyalakan mesin. Konsumen sering mengeluh bahwa tombol ini sering nyangkut saat akan menghidupkan mesin.
Cara penanganannya adalah dengan membersihkan tombol start stop secara berkala. Hal ini dapat dilakukan untuk mencegah masalah yang lebih serius. Jika tombol terlanjur nyangkut, tidak perlu melakukan penggantian suku cadang, cukup membersihkan tombol tersebut.
Dengan memahami tiga penyakit umum yang sering muncul pada mobil bekas Honda HR-V generasi pertama beserta cara penanganannya, diharapkan Anda dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum membeli mobil ini.
Selalu lakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan berkala untuk memastikan kondisi mobil tetap prima. Otoinfo

