Otoinfo – Honda CB350, Honda memperkenalkan motor terbarunya di pasar India dengan gaya retro klasik yang diberi nama CB350. Keberadaan CB350 ini telah mencuri perhatian dunia otomotif berkat desain klasiknya yang mengingatkan pada seri Honda CB yang populer pada masa lalu.
Di pasar India, motor bermesin 350cc ini dijual dengan rentang harga yang sangat bersaing, mulai dari 198.000 hingga 205.000 rupee atau sekitar 37 sampai 39 juta rupiah. Harganya yang hampir sebanding dengan motor sport kelas 150cc seperti Yamaha R15 V4 dan Honda CBR 150 membuat CB350 menjadi pilihan menarik di segmen ini. Tidak mengherankan, dalam waktu singkat setelah diluncurkan, CB350 berhasil mencatat penjualan mencapai 10.000 unit hanya dalam 4 bulan.
Meski demikian, sayangnya, Honda masih membatasi penjualan CB350 hanya di dua negara, yaitu India dan Jepang. Di Jepang, motor ini dikenal dengan nama Honda GP350. Desain CB350 dengan segitiga 50hness-nya menunjukkan kemiripan yang mencolok dengan CB350 Twin yang pernah menjadi favorit pada era 70-an, terutama pada bagian tangki, headlamp, frame mesin, dan aksen warna Chrome yang elegan.
Dibalik desain klasiknya, CB350 memiliki mesin yang modern, dengan kapasitas 350cc, satu silinder SOHC 4 klep, pendinginan udara, injeksi penuh, dan transmisi 5 percepatan. Mesin ini tidak hanya memberikan daya tarik klasik, tetapi juga memenuhi standar emisi BS6 atau Euro 6, memungkinkannya untuk memasuki pasar global dengan segala ketentuan regulasi.
Keputusan Honda untuk meluncurkan CB350 di India tidaklah tanpa alasan, sebab motor bergaya retro klasik dengan kapasitas 350cc sangat diminati di sana. Pesainya seperti Royal Enfield Meteor 350, Classic 350, Benelli Imperiale, dan Jawa 42.1 menjadi saingan utama di pasar India. CB350, melalui uji coba, berhasil menunjukkan unggul terutama dalam akselerasi di putaran RPM rendah hingga menengah.
Fitur-fitur modern menjadi daya tarik lain CB350, termasuk lampu LED penuh, ABS dual channel, kontrol traksi, kopling slipper, Honda RoadSync untuk menghubungkan smartphone, serta speedometer analog-digital yang informatif. Suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang ganda, velg cast alloy 14 inci di depan dan 18 inci di belakang, serta pengereman cakram di kedua sisi memberikan performa yang optimal. Tersedia juga versi RS dengan desain scrambler yang memberikan pilihan yang berbeda bagi konsumen.
Meskipun pasar motor Retro 350cc di Indonesia tidak sebesar di India, masih tetap ada peminatnya. Beberapa merek seperti Benelli dan Royal Enfield sudah merambah pasar Indonesia dengan produk-produk mereka. Jika Honda CB350 masuk ke pasar Indonesia dengan harga yang kompetitif, sekitar 40 jutaan, kemungkinan besar akan mendapatkan sambutan positif dari pecinta motor retro di tanah air. Dengan kombinasi desain klasik, performa mumpuni, dan fitur modern, Honda CB350 dapat menjadi pilihan menarik di segmennya. Otoinfo.


