Salah satu komponen yang rentan terhadap air saat mencuci motor listrik adalah speedometer yang terletak di dashboard.
Ady menekankan bahwa air bisa dengan mudah masuk ke dalam dinamo atau motor listrik melalui as roda. Terlebih lagi jika bagian as roda sudah mengalami keausan, air akan lebih mudah masuk dan dapat merusak komponen.
2. Dinamo atau Motor Listrik
Kasus seret atau bahkan kegagalan dinamo atau motor listrik sering terjadi akibat air yang masuk ke dalamnya.
Air yang terperangkap dalam dinamo atau motor listrik dapat merusak komponen seperti bearing dengan memicu korosi atau karat.
Ady menjelaskan bahwa air umumnya masuk ke dalam dinamo saat proses cuci motor listrik, terutama saat semprotan air langsung mengenai as roda.
3. Kolong Motor Listrik
Bagian kolong motor listrik, atau bagian bawah motor, juga termasuk yang kurang tahan terhadap air. Ketidakmampuannya menahan air dengan baik dapat menyebabkan air masuk ke dalam dan mengenai komponen penting seperti controller, yang pada akhirnya dapat merusaknya.
Ady juga menyarankan untuk melepas baterai motor listrik saat membersihkannya. Meskipun baterai SLA (seperti aki) umumnya lebih tahan terhadap air, baterai lithium perlu perhatian ekstra. Sebaiknya, baterai lithium dilepas terlebih dahulu sebelum proses cuci dilakukan.
Selain itu, pastikan untuk mematikan MCB (Circuit Breaker Utama) saat melepas baterai motor listrik sebagai langkah pencegahan.
Ketiga komponen ini, meskipun mungkin telah dirancang tahan air, tetap memiliki batasan terhadap tekanan air yang tinggi, seperti yang sering terjadi pada proses cuci steam.
Oleh karena itu, perlu adanya kehati-hatian saat membersihkan motor listrik untuk menghindari kerusakan pada komponen-komponen yang sensitif terhadap air.
Semoga informasi ini membantu para pemilik motor listrik untuk merawat kendaraan mereka dengan lebih baik dan menghindari potensi kerusakan yang tidak diinginkan. Otoinfo.