Otoinfo.id-Ajang balap bergengsi yang diprakarsai oleh Yamaha Indonesia ini memang menjadi sarana bagi para pembalap yang berasal dari sebuah klub atau komunitas. Tentunya untuk melatih skill dan jam terbang para rider. Adalah DDS Semarang Racing Team salah satunya. Keikutsertaannya dalam ajang Yamaha Sunday Race dimulai sejak tahun 2016. Salah satu hal unik dari tim ini adalah ikut dikawal mekanik yang pernah pegang pacuan Hendriansayh, ‘Si Dewa’ road race pada ajang balap yang sama.
Baca Juga : YSR 2019 Sentul (Seri 2): Footrest RCB Nyaman dan Sporty, Jadi Andalan Komunitas
Pada YSR seri kedua ini DDS Semarang Racing Team kembali hadir dengan para pembalapnya. Biacara soal pembalap, ada yang berbeda pada jumlah rider yang ikut di YSR seri kedua dengan seri kesatu. “Untuk seri ke-2 kemarin, ridernya bertambah 1 dibanding seri sebelumnya, total jadi 4”,kata Anjab koordinator.
4 rider yang dimaksud antara lain Lutfi yang bertarung di kelas communitiy A 250cc, Agus kelas Communitiy B 250cc, Syarif kelas Communitiy B Beginner 250cc dan terakhir Hanif yang adu cepat pada kelas Communitiy B Beginner 2500cc, sama dengan Syarif.
Baca Juga : Yamaha Sunday Race 2019 Sentul (Seri 2) : Perbandingan Kompresi Diatur, All New R15 Aira Pecah Telur
Pacuannya pun di garap langsung oleh mekanik-mekanik top. Yakni ada 4 mekanik yang kompak menggarap. Ada Parjo PJ47, Anjab DDS Semarang, Ndut dan Ekik. Parjo PJ47 lah mekanik yang pernah kawal Hendriansyah. Kolaborasi 4 mekanik itu tentu dengan harapan pacuannya para rider DDS Semarang itu dapat menjadi yang tercepat di setiap kelas yang diikuti pada ajang Yamaha Sunday Race putaran kedua yang dihelat di Sentul International Circuit (SIC), Bogor, Jabar (27-28/7).
Baca Juga : IRC Radial Siap Dihadirkan di YSR 2019 Seri 3, Bisa Pangkas Waktu dan Harga Terjangkau!
Hasilnya pun terbukti. Pada seri satu Lutfi yang bertarung dikelas Communitiy A 250cc berhasil meraih podium dua. “Lutfi yang awalnya finish ke 4, tapi lantaran ada yang kena diskualifikasi jadi Lutfi naik ke posisi 2”,ungkap Anjab lagi. Selain itu,”Cerita menarik juga pada pacuan Agus, hari Jumat saat latihan baru dapat 7 putaran motor trobel. Akhirnya kita lembur sampai hari Sabtu jam 3 dini hari. Hasil dari FP (Free Practice) best time hanya mampu 2.03 dan saat QTT best time jadi 1.59. Sebelum race team mekanik mencoba ganti final gear, hasilnya saat starat di posisi 16 bisa finis di posisi 6, dengan best time 1.55. Hasil yang cukup memuaskan walau belum bisa naik podium,”ungkapnya lagi.
Hasil itu menjadi catatan yang baik bagi DDS Semarang Racing Team. Terlebih, pada YSR seri kedua ini banyak yang mensupport. Team Supportnya yakni dari DDS Semarang, PJ47 Racing, Yamalube RS4GP, M.One hotel dan YRFI Jawa Tengah.
Baca Juga : One Prix 2019 : Kelas U12 Sudah Resmi Dibuka Kembali, Ini Baru Pembibitan
Dengan banyak support menjadikan DDS Semarang Racing Team ini terus berupaya meraih prestasi. Yap, semoga di YSR seri berikutnya bisa mendapatkan banyak podium di setiap kelas yang diikuti, tetap solid dan kompak. Gaspool..! Taufik




