Otoinfo – Sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan akan mobilitas ramah lingkungan, Wuling Motors telah mengumumkan langkah penting dengan memperkenalkan fasilitas pengisian daya listrik cepat menggunakan port GB/T. Langkah ini menandai komitmen Wuling dalam memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, yang selaras dengan visi perusahaan untuk memberikan solusi transportasi yang berkelanjutan.
Dalam fase pertama implementasinya, Wuling telah menyiapkan enam titik pengisian daya DC Charging GB/T yang tersebar di beberapa lokasi strategis di sekitar wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, serta rest area tol di jalur Trans Jawa. Langkah ini diharapkan tidak hanya memfasilitasi pengguna mobil listrik Wuling, tetapi juga mendorong pertumbuhan infrastruktur pengisian daya listrik secara keseluruhan di Indonesia.
Maulana Hakim, Direktur Purna Jual Wuling Motors, menggarisbawahi pentingnya langkah ini dalam mendukung industri kendaraan listrik. “Komitmen kami tidak hanya terbatas pada penghadiran berbagai pilihan kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, tetapi juga pada pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk pengisian daya cepat,” ungkapnya.
Fasilitas pengisian daya cepat yang disediakan oleh Wuling diharapkan mampu memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengguna kendaraan listrik, khususnya untuk model BinguoEV. Lokasi-lokasi strategis tempat pengisian daya ini diantaranya adalah Wuling Center Jakarta Selatan, SCBD Park Jakarta Selatan, Collins Marketing Gallery Tangerang, Bekasi Cyber Park Mall Bekasi, serta dua rest area Tol Trans Jawa, yaitu km 207A Tol Palikanci dan km 379A Tol Semarang-Batang.
Menurut spesifikasi yang diumumkan, pengisian daya cepat ini dapat mengisi daya Wuling BinguoEV Long Range dalam waktu 30-35 menit saja, dengan persentase pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen. Meskipun begitu, detail mengenai daya yang tersedia dari stasiun pengisian GB/T ini belum dijelaskan secara rinci dalam pengumuman resmi perusahaan.
Penting untuk dicatat bahwa Wuling menjadi salah satu produsen mobil listrik yang mengadopsi port pengisian daya cepat GB/T, yang berbeda dengan sebagian besar mobil listrik lainnya yang dipasarkan di Indonesia yang menggunakan port CHAdeMo atau CCS2. Keputusan Wuling untuk menggunakan standar GB/T menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memberikan solusi yang terintegrasi dan memperkuat posisi mereka di pasar kendaraan listrik Indonesia.
Selain Wuling, Nissan juga telah lama menjadi pemain utama dalam pasar mobil listrik di Indonesia dengan model-model seperti Nissan Leaf yang menggunakan port CHAdeMo. Kehadiran fasilitas pengisian cepat GB/T dari mobil tersebut diharapkan akan semakin mendorong adopsi mobil listrik di Indonesia serta mempercepat perkembangan infrastruktur pengisian daya listrik yang lebih luas.
Dengan hadirnya fasilitas pengisian cepat GB/T ini, mobilitas ramah lingkungan semakin mendapatkan dorongan positif di Indonesia. Semakin banyaknya infrastruktur pengisian daya listrik yang tersedia akan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan di masa depan. Langkah Wuling Motors ini merupakan salah satu langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut. Otoinfo.
