Otoinfo.id – Banyak pemilik motor bekas hanya memperhatikan kondisi sokbreker ketika terlihat bocor. Padahal, ada ciri-ciri lain yang menunjukkan sokbreker sudah tidak bekerja optimal. Komponen ini berfungsi meredam guncangan agar motor tetap stabil di jalan bergelombang. Jika sokbreker bermasalah, kenyamanan dan keamanan berkendara pun bisa terganggu.
Bennet, Marketing Manager Djayalina Variasi Motor, distributor sokbreker Yoko di Jakarta, mengungkapkan bahwa sokbreker memiliki usia pakai karena di dalamnya terdapat oli yang bisa berubah kualitas seiring waktu.
“Kalau olinya sudah terlalu encer, bantingan sokbreker terasa terlalu empuk. Jadi yang bekerja hanya bagian per-nya saja,” jelas Bennet.
Ciri-Ciri Sokbreker Motor Bekas yang Minta Diganti
1. Bantingan Terasa Terlalu Empuk
Sokbreker yang masih bagus memiliki bantingan stabil. Namun, ketika oli sokbreker mulai encer, bantingan menjadi terlalu empuk. Kondisi ini membuat motor terasa kurang nyaman saat melewati jalan rusak.
2. Rebound Terlalu Cepat
Rebound adalah kembalinya sokbreker setelah mendapat tekanan. Sokbreker normal memiliki rebound yang pas, tidak lambat dan tidak terlalu cepat. Jika rebound terasa berlebihan, artinya sokbreker sudah kehilangan kemampuan peredamannya.
Baca Juga: Rahasia Motor Awet! 9 Tips Merawat Honda Scoopy Agar Tetap Kinclong dan Tidak Mudah Rusak
3. Motor Terasa Goyang Seperti Naik Kapal
Bennet menambahkan, saat sokbreker sudah lemah, motor akan terasa seperti “mengayun” di jalan bergelombang. “Rasanya seperti naik kapal, jadi goyang-goyang gitu bantingannya kalau oli sokbreker sudah terlalu encer,” ungkapnya.
4. Mudah Mentok di Jalan Rusak
Sokbreker yang sudah lemah lebih mudah mentok ketika melewati jalan berlubang atau rusak. Hal ini membuat kenyamanan menurun drastis dan berisiko merusak komponen lain di motor.
Baca Juga: Tips Merawat Shockbreaker Supra GTR 150 agar Tetap Stabil dan Nyaman di Segala Medan
Umur Pakai Sokbreker Motor
Kerusakan sokbreker biasanya terjadi pada usia pemakaian 2 sampai 3 tahun. Meski begitu, kondisi jalan, beban angkut, serta cara berkendara juga memengaruhi usia sokbreker. Jika motor bekas terasa tidak nyaman, segera lakukan pemeriksaan di bengkel spesialis.
Kabar baiknya, sokbreker tidak selalu harus diganti baru. Bengkel bisa melakukan penggantian oli sokbreker agar kembali bekerja optimal.
Ciri-ciri sokbreker motor bekas minta diganti ternyata tidak hanya bocor. Bantingan empuk, rebound terlalu cepat, motor terasa goyang, hingga sokbreker mentok di jalan rusak adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Periksa kondisi sokbreker secara berkala agar motor tetap nyaman dan aman digunakan.
