Tips: Edisi Busi NGK, Sering Terlupakan, Merawat Busi Ternyata Mudah!

OtoInfo.Id-Busi, komponen pada kendaraan ini mungkin menjadi yang paling dilupakan pemilik kendaraan untuk dirawat. Padahal meski berukuran kecil, busi memiliki fungsi yang sangat krusial yaitu memberikan percikan agar terjadi pembakaran dalam ruang mesin. Tanpanya, kendaraan tak akan bisa berjalan.
Melakukan perawatan busi sebenarnya relatif mudah. Menurut Diko Octaviano, selaku Technical Support PT NGK Busi Indonesia, pemilik kendaraan cukup melakukan penggantian berdasarkan kilometer yang telah dikendaraan. Adapun waktu penggantian untuk jenis kendaraan berbeda, pada motor yaitu setiap 6.000 km, sedangkan mobil rata-rata di angka 20.000 km.
“Kalau kendaraan jarang dipakai, dilihat dari bentuk fisik si busi. Jika sudah ada erosi di ekeltroda berarti hatus ganti,” jelas Diko kepada Otoinfo.id, Jumat (28/09/2018).
Dalam setiap rentang kilometer tersebut, melakukan pembersihan kepala busi atau elektroda juga dapat membantu menjaga kinerja tetap prima. Pasalnya seiring pemakaian karbon hasil pembakaran akan menutupi kepala busi dan berdampak pada proses pembentukan percikan. Akan tetapi cara membersihkannya perlu diperhatikan dengan baik. Hindari membersihkan bagian kepalanya dengan sikat kawat karena berisiko merusak busi.
“Sikat kawat tidak disarankan, karena metal to metal. Potensi retak atau patah pada elektrodanya. Disarankan pakai sikat nylon atau sikat gigi. Intinya bersihin bagian kepalanya aja udah cukup. Cuma kan yang banyak dilakuin bersihinnya sampa semuanya disikat-sikat,” jelas Diko.
Elektroda yang sudah mengalami kerusakan menurut Diko sudah tidak bisa perbaiki atau diakali. Sehingga pemilik kendaraan wajib mengganti agar tak menyebabkan kendala pada mesin.
Memilih busi yang tepat juga menjadi salah satu faktor dalam menjaga performa kendaraan. Salah satunya adalah busi NGK Nickel Alloy produksi PT NGK Busi Indonesia. Busi NGK Nickel Alloy merupakan kelas OEM (Original Equipment Manufacturer) yang paling stabil dan sesuai dengan fitur mesin dari masing-masing kendaraan. Lantaran pengembangannya yang dilakukan secara khusus bersama merek kendaraan.
“Penentuan menggunakan busi ini (NGK Nickel Alloy) sudah sesuai dari hasil development bersama NGK dengan merek kendaraan,” jelas Diko.(FD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here