Otoinfo – Tesla, produsen mobil listrik terbesar di Amerika Serikat (AS), telah mengumumkan recall lebih dari 125 ribu unit produknya karena masalah pada sistem peringatan sabuk pengaman.
Recall ini dilakukan setelah Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) menemukan bahwa sistem peringatan pada mobil listrik Tesla tidak berfungsi dengan baik.
Sabuk pengaman dalam kendaraan merupakan bagian vital dalam keselamatan berkendara. Di Amerika Serikat, kewajiban untuk memasang sistem peringatan pada sabuk pengaman telah ada sejak tahun 1970-an.
Tesla terpaksa melakukan recall karena sistem peringatan pada mobil listriknya tidak memberikan peringatan kepada pengemudi ketika sabuk pengaman tidak terpasang.
Dokumen resmi dari NHTSA mengungkapkan bahwa sebanyak 125.227 unit mobil listrik Tesla terdampak penarikan kembali ini. Rentang tanggal produksi mobil yang terkena dampak sangat luas, mulai dari tahun 2012 hingga 2024 untuk Model S, Model X dari tahun 2016 hingga 2024, Model 3 dari tahun 2017 hingga 2023, dan Model Y dari tahun 2020 hingga 2023.
Solusi yang ditawarkan Tesla adalah dengan memperkenalkan perangkat lunak baru yang tidak tergantung pada sistem saklar okupansi yang bermasalah. Dengan menggunakan data yang menunjukkan apakah sabuk pengaman terkunci dengan benar atau tidak, perangkat lunak baru ini menghilangkan ketergantungan pada sistem yang rusak.
Hal ini memungkinkan pengemudi yang terbiasa tidak menggunakan sabuk pengaman untuk tetap nyaman, karena tidak ada peringatan audio atau visual yang mengganggu ketika sabuk pengaman tidak dipasang.
Perbaikan yang ditawarkan Tesla berupa pembaruan perangkat lunak yang sederhana, yang dapat diatasi melalui pembaruan udara tanpa perlu mengunjungi pusat layanan.
Berbeda dengan penarikan sebelumnya pada tahun 2023 yang melibatkan 15.869 Model S dan X, di mana mobil tersebut harus dibawa ke dealer untuk memeriksa pemasangan sabuk pengaman, perbaikan kali ini lebih mudah dilakukan.
Meskipun Tesla menerima lebih banyak klaim garansi terkait penarikan terbaru ini, yaitu 104 klaim garansi dibandingkan dengan 12 klaim pada penarikan sebelumnya, belum ada laporan cedera atau kecelakaan yang disebabkan oleh masalah ini.
Ini menunjukkan bahwa tindakan Tesla dalam melakukan recall dan memberikan solusi perbaikan dapat mencegah potensi risiko bagi pengguna mobil listriknya.
Dengan demikian, langkah Tesla dalam mengatasi masalah ini memberikan kepastian bagi pengguna mobil listrik mereka akan keselamatan dan kualitas produk yang mereka miliki.
Namun, tetap penting bagi pengguna mobil Tesla untuk segera mengikuti instruksi recall yang diberikan untuk memastikan keselamatan berkendara mereka. Otoinfo
