
Otoinfo – Wuling akhirnya membeberkan harga baterai mobil listriknya, Air EV. Setelah menutup rapat-rapat informasi ini, terungkap bahwa harganya hampir mencapai tiga digit, dengan banderol sekitar Rp 100 juta. Hal ini membuat harga baterai tersebut mencapai sepertiga dari total nilai mobil. Wuling Air EV Long Range, yang awalnya dijual seharga Rp 299.500.000, kini mendapat potongan diskon yang signifikan. Setelah diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11% menjadi 1%, harganya turun menjadi Rp 273.500.000. Mobil ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 26,7 kWh, mampu menempuh jarak 300 km dengan sekali pengisian.
Versi Standard Range Wuling Air EV, yang memiliki kapasitas baterai 7,3 kWh, dijual dengan harga lebih terjangkau, yaitu Rp 243.000.000. Setelah diskon PPN sekitar Rp 21.000.000, harganya menjadi Rp 222.000.000. Tak lama setelahnya, Wuling meluncurkan varian baru, Air EV Lite, pada GIIAS 2023 dengan harga awal Rp 206.000.000 (OTR Jakarta). Namun, berkat insentif PPN dari pemerintah, harga mobil ini turun menjadi Rp 180 jutaan.
Bandingkan dengan Hyundai Ioniq 5, di mana baterainya menjadi salah satu komponen paling mahal. Hyundai Ioniq 5 menawarkan berbagai tipe, seperti Prime Standard Range Rp 699 juta, Prime Long Range Rp 735 juta, Signature Standard Range Rp 750 juta, dan Signature Long Range Rp 795 juta. Semua harga tersebut sudah termasuk potongan PPN sebesar 10% dari pemerintah.

Sebagai perbandingan, harga baterai Ioniq 5 bisa mencapai setengah dari nilai mobil listrik keseluruhan. Baterai Ioniq 5 Standard Range memiliki kapasitas 58 kWh dengan jarak tempuh 350 km, sedangkan Long Range memiliki kapasitas baterai 72,6 kWh untuk jarak tempuh 480 km. Secara keseluruhan, kompetisi di pasar mobil listrik semakin memanas dengan terungkapnya harga baterai Wuling Air EV yang menarik perhatian.
Dengan banderol yang mencapai sepertiga dari nilai mobil keseluruhan, Wuling memberikan opsi yang menarik bagi konsumen yang mencari alternatif ramah lingkungan. Sementara itu, Hyundai Ioniq 5 juga tetap menjadi pesaing serius dengan teknologi dan jarak tempuh yang mumpuni, meskipun dengan harga baterai yang mungkin lebih tinggi. Semakin terbuka dan terjangkau, pasar mobil listrik di Indonesia semakin menjanjikan, memberikan konsumen lebih banyak opsi untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan. Otoinfo.

