Otoinfo – Mitsubishi Thailand secara resmi mengumumkan varian hybrid (HEV) untuk Xpander dan Xpander Cross, menamainya E:MOTION.
Keunikan terletak pada penggunaan teknologi parallel hybrid atau active hybrid, menjadikan Mitsubishi sebagai pionir di segmennya. Mari kita eksplorasi teknologi hybrid dari Mitsubishi Xpander Series.
Mitsubishi memanfaatkan mesin 1.600cc dan motor listrik pada Xpander dan Xpander Cross HEV.
Mesin 1.600cc ini menghasilkan 95 PS dan torsi 134 Nm, dengan skema Atkinson Cycle untuk meningkatkan efisiensi.
Motor listrik AC Synchronous memberikan tenaga maksimal 116 PS dan torsi 255 Nm, menonjolkan dominasi motor listrik pada skema geraknya.
Menariknya, Mitsubishi kembali menggunakan mesin “lawas” dari tahun 2010-an, yakni mesin 1.600cc basis 4A92 yang dulu digunakan pada Mitsubishi Lancer dan ASX.
Pilihan ini masuk akal karena mesin akan berperan sebagai generator dalam kota dan sesekali saat cruising pada kecepatan tinggi.
Mesin 4A92 memiliki kedekatan dengan mesin 1.500cc 4A91 yang digunakan pada versi ICE Mitsubishi Xpander Series.
Baterai Xpander Hybrid menggunakan tipe Lithium Ion dengan kapasitas 1,1 kWh, lebih besar dari milik Toyota Yaris Cross.
Mitsubishi juga mengadopsi baterai yang lebih besar daripada kompetitor, seperti Toyota Yaris Cross dengan kapasitas 0,7 kWh.
Tenaga dari mesin dan motor disalurkan melalui transmisi e-CVT. Terdapat perubahan teknis seperti rem belakang yang menggunakan cakram, ground clearance yang disesuaikan, electronic shifter, dan posisi baterai di bawah kursi baris depan.
Xpander Hybrid memiliki dua mode berkendara EV: EV-Priority dan CHARGE. Pada kecepatan rendah atau penggunaan dalam kota, sistem akan memprioritaskan mode EV, beralih ke mode series hybrid pada kecepatan rendah, dan mode parallel hybrid saat berakselerasi kencang.
Mitsubishi Xpander Hybrid memulai di kelas yang berbeda dengan skema yang serupa dengan Toyota dan Honda di Indonesia. Bagaimana pendapat Anda? Otoinfo.
