Otoinfo.id – Regulasi terbaru 2025 membolehkan pemain di kelas MP3 dan MP4 menggunakan quick shifter, itu perangkat untuk mempercepat perpindahan gigi yang tentunya dapat meningkatkan akselerasi. Dalam beberapa tahun tetakhir, dua kelas tersebut belum dibolehkan. Baru di kelas Expert atau MP1 dan Novice atau MP2.
Nah, regulasi baru ini tentu mendapat respon positif. Seperti Bima Aditya, mekanik dengan bendera The Strokes 55 yang terbukti top dalam mengkilik motor-motor MX King Tune Up berbagai spek.

Bima Aditya menyebut regulasi terbaru ini sebagai satu langkah maju dalam balap nasional. Pasalnya, di kelas MP3 dan MP4 ini adalah kelasnya para pembalap muda alias bibit-bibit yang nantinya bakal menjadi pembalap profesional bahkan bisa saja jadi wakil Indonesia di ajang internasional.
Makanya, dibolehkannya Quickshifter di dua kelas pembibitan tersebut, mendapat komentar positif dari mekanik yang kawal Ziear Racing Team itu. “Tentunya supaya yang Rookie (MP3) dan Beginner (MP4) bisa belajar pake QS sejak dini,” ungkapnya.
Jadi, nantinya jika pembalap MP3 maupun MP4 naik motor spek tune up dengan QS, tidak lagi butuh adaptasi. Karena sudah mengenal perangkat tersebut sejak mereka masih berada di dua kelas pembibitan itu.
Nah yang perlu diketahui lagi, dengan perubahan regulasi tersebut, maka para penyedia perangkat Quickshifter ini makin banyak peminat. Artinya, UMKM QS yang ada di industri balap motor nasional ini bakal lebih banyak orderan lagi.
“Ya, di indonesia kan sudah mulai banyak produsen QS, tentunya biar bisa berkarya juga produsen QS di Indonesia. Banyak dipakai artinya banyak pemasukan juga buat mereka,” ucap Bima Aditya.
Yap, memang tidak dipungkiri kemajuan balap nasional boleh dibilang berjalan cepat. Produsen QS lokal macam MBRTech dan Litedrive juga makin banyak peminatnya. Dengan hadirnya regulasi baru ini, seperti yang Bima Aditya ucapkan, kalau para produsen QS lokal juga akan terbantu. Pastinya, jika QS mereka makin laris maka mereka juga tidak setengah hati lagi dalam mengembangkan produknya.
