Otoinfo – Toyota Hilux, kendaraan yang telah menjadi legenda di dunia truk pikap, akan segera melangkah ke masa depan dengan versi listriknya yang dijadwalkan diproduksi tahun depan.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap persaingan yang semakin ketat, terutama dengan kehadiran Isuzu D-Max Electric yang direncanakan akan diproduksi pada tahun 2025.
Kehadiran Hilux versi listrik ini juga menjadi pertanda akhir dari era kendaraan diesel yang sering disebut sebagai ‘cumi-cumi darat’, mengingat kendaraan listrik tidak lagi mengeluarkan emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan.
Toyota telah mengindikasikan bahwa Hilux versi listrik dapat siap diproduksi pada akhir tahun depan, meskipun belum ada konfirmasi mengenai lokasi produksinya.
Namun, Thailand menjadi salah satu calon kuat sebagai lokasi produksi mengingat pangsa pasar yang signifikan Hilux di negara tersebut.
Thailand sendiri merupakan pusat manufaktur truk pikap terbesar di Asia Tenggara, dengan penjualan domestik Hilux mencapai ratusan ribu unit setiap tahunnya. Selain untuk pasar domestik, produksi Hilux juga ditujukan untuk ekspor.
Sementara itu, Toyota berambisi untuk menjual sebanyak 250.000 kendaraan tahun ini, menunjukkan optimisme mereka terhadap pasar mobil listrik.
Langkah ini sejalan dengan upaya Toyota untuk terus mengembangkan teknologi ramah lingkungan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang semakin berubah.
Perlu dicatat bahwa Toyota sebelumnya telah memperkenalkan versi konsep truk pikap listrik dalam rangka merayakan ulang tahun ke-60 Toyota di Thailand pada tahun 2022.
Saat itu, Toyota menyatakan bahwa sebagian dari pengembangan prototipe tersebut dilakukan di Thailand, memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat manufaktur utama di kawasan tersebut.
Pengumuman Toyota ini juga datang hanya beberapa hari setelah pemerintah Thailand mengumumkan rencana serupa dari pesaingnya, Isuzu, yang akan memproduksi versi listrik dari truk pikap D-MAX di Thailand pada tahun 2025.
Persaingan antara kedua merek ini di pasar truk pikap semakin memanas, dengan keduanya berlomba-lomba untuk menguasai segmen pasar yang berkembang pesat.
Meskipun Thailand tetap menjadi pasar yang sangat penting bagi Hilux, Toyota tidak melihatnya sebagai satu-satunya pasar yang signifikan.
Pasar Eropa juga menjadi fokus perhatian, di mana Toyota telah berhasil menguasai sekitar 30% dari segmen truk pikap.
Toyota sedang mempertimbangkan peluang untuk memperkenalkan Hilux listrik di pasar Eropa, menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkembang dan berinovasi di pasar global.
Dengan langkah ini, Toyota tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam industri otomotif, tetapi juga memberikan sinyal kuat tentang arah masa depan mobil listrik, di mana kendaraan ramah lingkungan semakin menjadi pilihan utama konsumen di seluruh dunia. Otoinfo.
