Otoinfo- Beberapa waktu lalu, IDW (Indonesia Drag Wars) mengumumkan perubahan regulasi kelas untuk musim balap 2024. Yap, kelas matic turun kasta yang semula masuk dalam daftar kelas poin, untuk tahun ini cuman isi slot kelas supporting.
Sebagai gantinya, kelas Bebek 4T TU 200cc Sleepenigne yang semula ada pada daftar kelas supporting, untuk tahun ini masuk dalam daftar kelas poin, nih sob.
Baca juga: Kelas Matic Sirna Dari Kelas Poin, Pemain Lawas Buka Suara! ‘Saya Sudah Duga’
Tiap perubahan pasti tuai perdebatan, baik pro maupun kontra, itu jelas dan wajar. Nah, dalam artikel sebelumnya kita sudah ulas terkait tanggapan bro ‘Tonk Sonic’ yang notabene adalah pemain lawas kelas matic, dimana doi sudah menduga hal ini bakalan terjadi.
Menariknya, pria bernama lengkap Ahmad Fauzi itu juga menuturkan hal yang tak terduga. Ini dia katakan kepada penulis setelah bincang masalah kelas matic yaa, jadi masih nyambung.
“Tunggu kelas berikutnya, Bebek 200cc bakalan menyusul dihapus dari kelas poin, tinggal menunggu waktu saja,” buka Tonk Sonic
Statement ini dia dasarkan pada budgeting bikin motor yang mahal, utamanya setelah masuk era injeksi. Ya memang kalo dulu Satira FU mendominasi kelas ini, dan sekarang bisa dilihat sendiri, basic pacu Yamaha MX King lebih dominan.
“Permasalahan utama harga buat bebek 200cc terlalu mahal, kurang lebih 100 juta, buat dunia dragbike itu terlalu mahal, karena drag lebih banyak team modal sendiri beda sama road race,” lanjutnya
“Normalnya dulu bikin bebek 200cc Satria FU di kisaran 35juta sampe 40 juta, sekarang bebek 200cc kurang lebih 100 juta jadi terlalu mahal lama lama akan sepi karena buat mesinya mahal,” imbuhnya
Doi juga menuturkan kalau yang, membuat budgeting naik drastis adalah komponen elektrikal, baik ECU ataupun yang lainya.
“Yang bikin mahal ya karena perangkat injeksi yang harganya luar biasa, ECU saja sudah 15 juta lebih, semenjak keluar era injeksi buat motor jadi mahal.” Tutup Ahmad Fauzi
