
Otoinfo – Porsche secara resmi memperkenalkan generasi terbaru dari Macan, yang mendebut sebagai mobil listrik pada tanggal 25 Januari di kawasan Garden By The Bay, Singapura. Sebagai langkah strategis, Porsche telah merencanakan transformasi ini sejak Macan hadir perdana pada tahun 2014.
SUV yang sangat laris dengan penjualan mencapai 840 ribu unit hingga tahun 2023 ini, menargetkan pasar yang lebih muda dan modern, khususnya mereka yang peduli dengan mobilitas ramah lingkungan.
Porsche menargetkan pasar Tiongkok, kaum hawa, dan pembeli pertama Porsche sebagai fokus utama untuk memenuhi kebutuhan konsumen melalui pengembangan terbaru ini. Dengan kehadiran Macan listrik, Porsche mencatat sejarah baru dengan menjadikan SUV populer ini benar-benar bermesin listrik murni, menjadi model listrik kedua setelah Taycan.

Porsche membawa Macan ke level berbeda. Pertama, e-performance. Kedua, pengalaman berkendara Porsche. Ketiga, desain yang ekspresif. Ketiga faktor ini menjadi poin utama dalam transformasi Macan terbaru. Porsche memperkenalkan Macan dalam dua varian, yaitu Macan 4 sebagai varian standar dan Macan Turbo sebagai varian tertinggi.
Meskipun desainnya tidak mengalami perubahan drastis, Macan masih dapat dikenali sebagai produk Porsche dengan ciri khas flat front hood dan fender menjulang. Perubahan mencolok terjadi pada aerodinamika, dengan Porsche mengklaim Macan terbaru sebagai salah satu SUV dengan nilai hambatan terkecil, yakni 0,25. Hal ini dicapai melalui fitur-fitur seperti air cooling flaps, bagian bawah kendaraan yang tertutup, desain pelek yang dioptimalkan, dan adaptive rear spoiler.
Bagian belakang Macan juga mengalami penyegaran, dengan tampilan yang lebih tajam, kaca belakang melandai, dan lampu stoplamp tiga dimensi yang memberikan kesan futuristik pada mobil listrik ini. Area kaki-kaki dan samping tetap mempertahankan kesan SUV melalui penggunaan pelek berukuran hingga 22 inci dan aksesori pada wheel arch.
Beralih ke interior, terlihat penggunaan tiga monitor di sepanjang area utama. Layar curved 12,6 inci berfungsi sebagai meter cluster, sementara dua layar berukuran 10,9 inci berperan sebagai head unit dan layar penumpang. Head unit ini dilengkapi dengan sistem operasi terbaru untuk Android maupun iOS, serta menawarkan navigasi, perintah suara, dan kemampuan operasional jarak jauh saat pengisian daya.
Porsche menawarkan pengalaman performa sport car dengan varian standar yang memiliki tenaga 408 PS dan torsi 650 Nm, mampu mencapai 0-100 km/jam dalam waktu 5,2 detik, dengan kecepatan tertinggi 220 km/jam. Sementara varian Macan Turbo, yang lebih tinggi, dilengkapi dengan fitur Launch Control, tenaga 639 PS, torsi hingga 1.130 Nm, dan mampu mencapai 0-100 km/jam dalam waktu 3,3 detik, dengan kecepatan puncak 260 km/jam.
Porsche menawarkan berbagai fitur performa lainnya, termasuk Electric Porsche Traction Management, rear axle steering dengan kemampuan belok hingga 5 derajat, motor listrik PSM di as roda depan dan belakang, serta rear axle differential lock. Porsche juga memasukkan fitur Porsche adaptive air suspension with leveling system untuk kemampuan berkendara maksimal.
Dalam hal pengisian daya kendaraan listrik, Porsche memberikan perhatian serius. Kemampuan pengisian daya cepat dari 10 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam 21 menit untuk baterai berkapasitas 100 kWh. Ini menghasilkan jarak tempuh Macan terbaru, berdasarkan perhitungan WLTP, menjadi 591 km untuk Macan Turbo dan 613 km untuk Macan 4.
Porsche Macan listrik akan tersedia di seluruh dunia, dan untuk penggemar di Indonesia, diperkirakan akan tiba pada semester kedua tahun ini. Dengan transformasi ini, Porsche semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin inovasi dalam pasar mobil listrik. Otoinfo.

