Otoinfo.id – Regulasi drag bike 2026 mulai jadi perbincangan hangat. Yuda Erdeve, pemilik event IDC Drag Bike yang sudah belasan tahun konsisten menggelar balap lurus secara profesional, menyebut aturan terbaru berpotensi memangkas biaya tim balap hingga 50 persen.
Salah satu poin utamanya adalah kewajiban penggunaan BBM Pertamax Turbo pada musim 2026. Dengan aturan tersebut, balap drag bike 2026 bisa dikategorikan sebagai OMR Pertamax Turbo.
Konsep ini sejatinya mirip dengan regulasi Kejurnas Road Race yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Tujuannya jelas, menekan biaya riset bahan bakar sekaligus menyamaratakan spek agar persaingan lebih sehat dan terkontrol.
Meski begitu, Yuda menyoroti satu pertanyaan penting, bagaimana teknis penerapannya di lapangan nanti? Sebagai penyelenggara di bawah bendera Erdeve Racing Organizer Indonesia, ia berharap regulasi baru ini tidak memberatkan tim maupun event organizer.
Menurutnya, perlu ada solusi konkret agar aturan tersebut benar-benar efektif. Salah satu harapan Yuda adalah adanya dukungan atau subsidi dari pihak penyedia bahan bakar. Dengan begitu, regulasi BBM Pertamax Turbo bisa berjalan beriringan dengan keberlangsungan event dan kesiapan tim balap.
“Kalau mewajibkan suatu produk (Pertamax Turbo), sebisa mungkin kan ada subsidi dari produk tersebut. Istilahnya dalam bentuk apapun, karena kita kan membawa brand ya.”
“Kalau kita ngomong di IDC kan maksimal RON 100 terserah mau pakai apa, soalnya kita tidak terikat brand tertentu. Menurut saya pribadi, baiknya dari pihak terkait bisa turut andil,” kira-kira begitu pesan yang ingin disampaikan oleh Yuda, sosok yang sudah lama malang melintang di dunia drag bike nasional.
Jadi, lebih baiknya ada sesi ‘duduk bersama’ sambil ngobrol soal regulasi terbaru ini. Yang pasti, demi kelangsungan dan bangkitnya kompetisi drag bike di Indonesia seperti beberapa tahun lalu.
