Otoinfo – Pada tahun 2003, ketika pasar sedan berkapasitas 1.500 cc semakin ramai dengan kehadiran sejumlah rival, PT. Honda Prospect Motor (HPM) merespons dengan meluncurkan generasi keempat Honda City. Saat itu, Honda City hanya menawarkan satu opsi mesin, yaitu berkapasitas 1.500 cc dengan teknologi Intelligent Dual and Sequential Ignition (i-DSI).
Teknologi i-DSI, yang dikenal karena efisiensi bahan bakarnya, menggunakan dua busi yang aktif secara berurutan di setiap silinder, menciptakan pembakaran yang lebih sempurna dan efisiensi tinggi. Mesin i-DSI Honda City ini hadir dengan dua pilihan transmisi, yakni manual 5 percepatan dan otomatis tipe CVT 7 percepatan, memberikan fleksibilitas bagi pengemudi.
Tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 2004, Honda City menghadirkan inovasi baru dengan memperkenalkan mesin berteknologi Variable Valve Timing and Lift Electronic Control (VTEC). Mesin VTEC menggantikan delapan busi dan koil khas yang menjadi andalan efisiensi bahan bakar pada mesin i-DSI. Meski teknologi VTEC bukanlah sesuatu yang baru bagi Honda, daya tariknya tetap tinggi karena mampu meningkatkan tenaga sambil menjaga konsumsi bahan bakar yang efisien.
Dibandingkan dengan Honda City i-DSI yang memiliki tenaga sebesar 87 dk, mesin VTEC memberikan daya hingga 110 dk, menunjukkan peningkatan lebih dari 26%. Meskipun torsi mesin ini hanya meningkat sedikit dari 131 menjadi 143 Nm, pengalaman berkendara menjadi lebih dinamis dengan kelebihan tenaga sebesar 23 daya kuda. Terutama saat jarum rpm mulai naik dari angka 3.000 rpm karena sistem VTEC aktif.
Namun, hasil uji coba yang dilakukan oleh tim tabloid OTOMOTIF memberikan catatan penting. Konsumsi bahan bakar Honda City VTEC terbukti cenderung lebih boros. Saat diuji di jalan tol dengan kecepatan konstan 90 km/jam pada 2.000 rpm, satu liter bensin mampu menempuh jarak 14 km. Hal ini perlu dipertimbangkan bagi mereka yang menempatkan efisiensi bahan bakar sebagai prioritas utama dalam pemilihan kendaraan.
Dengan demikian, Honda City menawarkan dua varian mesin yang memberikan pengalaman berkendara yang berbeda, dengan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilihan antara i-DSI dan VTEC tergantung pada preferensi pribadi masing-masing pengemudi. Bagi yang mencari performa, City bermesin VTEC dapat menjadi pilihan yang memikat. Namun, bagi mereka yang mengutamakan efisiensi bahan bakar, City i-DSI tetap menjadi opsi yang kredibel.
Dalam memilih mesin Honda City, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan pribadi, serta bagaimana mesin tersebut akan sesuai dengan gaya berkendara sehari-hari. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai perbedaan antara i-DSI dan VTEC, Anda dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi untuk mendapatkan pengalaman berkendara optimal. Otoinfo.
