Otoinfo.id – Pada konferensi pers pra-race weekend GP Jerman, Pecco Bagnaia mendapat pertanyaan menarik mengenai perubahan jumlah motor Ducati di grid MotoGP tahun 2025. Topik ini mencuat setelah adanya kabar bahwa dengan hilangnya tim Pramac yang beralih ke Yamaha, Ducati akan hanya memiliki enam motor di grid. Hal ini ditanggapi dengan serius oleh Gigi Dall’Igna, yang mengonfirmasi bahwa tahun depan Ducati akan memasok tiga motor dengan spesifikasi pabrikan terbaru, yakni GP25, dan tiga motor dengan spesifikasi tahun sebelumnya, GP24, yang saat ini digunakan oleh Bagnaia.
Mengenai pengurangan jumlah pembalap Ducati dari delapan menjadi enam, Bagnaia menyatakan ketidaksetujuannya meskipun dia tidak merasa khawatir. Menurutnya, Ducati seharusnya tetap mempertahankan empat motor pabrikan daripada menurunkannya menjadi tiga. “Ketika mereka mengumumkan bahwa Ducati akan memiliki delapan motor di grid, kenyataannya hal itu tidak membuat saya takut. Para insinyur sendiri akan memiliki lebih sedikit sepeda motor, sehingga mereka akan dapat lebih fokus pada apa yang sudah kami lakukan,” ujar Bagnaia.
Bagnaia menekankan pentingnya memiliki dua motor pabrikan tambahan karena hal ini berdampak besar pada level pengembangan. “Yang penting adalah memiliki dua sepeda motor pabrikan lainnya, saya harap kami memilikinya, karena menurut saya itu penting di level pengembangan, tapi kita lihat saja nanti,” jelasnya. Dengan menambahkan, dia mendesak Ducati untuk mempertimbangkan kembali usulan tersebut.
Pendapat Bagnaia ini memiliki dasar yang kuat. Semakin banyak motor yang berkompetisi, semakin banyak pula data yang bisa dikumpulkan dan dianalisis. Data ini sangat penting untuk mempercepat proses pencarian solusi selama race weekend. Dengan lebih banyak data, tim dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan meningkatkan performa secara keseluruhan.
Pengurangan jumlah motor ini bisa berarti bahwa Ducati akan memiliki lebih sedikit data untuk dianalisis, yang pada gilirannya dapat memperlambat proses pengembangan. Namun, Bagnaia tetap optimis bahwa para insinyur Ducati akan dapat fokus lebih baik pada pengembangan dengan jumlah motor yang lebih sedikit, meskipun dia tetap berharap agar jumlah motor pabrikan tetap dipertahankan.
Dalam dunia balap MotoGP yang kompetitif, setiap data dan informasi sangat berharga. Dengan adanya lebih banyak motor di grid, tim dapat menguji berbagai setup dan strategi yang berbeda, yang pada akhirnya dapat meningkatkan performa mereka di lintasan. Oleh karena itu, pandangan Bagnaia ini tidak hanya penting bagi Ducati, tetapi juga bagi seluruh tim yang berpartisipasi dalam MotoGP.
Bagnaia sendiri merupakan salah satu pembalap yang sangat diandalkan oleh Ducati. Sebagai juara dunia, pendapat dan masukannya tentu memiliki bobot yang besar. Dengan harapan bahwa Ducati akan mendengarkan dan mempertimbangkan usulan dari Bagnaia, para penggemar MotoGP tentu menantikan perkembangan lebih lanjut terkait keputusan ini. Apakah Ducati akan mempertahankan jumlah motor pabrikan mereka, atau tetap dengan rencana awal untuk menguranginya? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
