Otoinfo.id-Ini yang jadi pertanyaan besar dan penasaran yang tinggi. Organisasi besar sekelas IMI (Ikatan Motor Indonesia), ada surat resmi yang bersifat penting tidak juga segera direspon. Terlebih di era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini ini. Ada gerangan?
Baca Juga : Oneprix 2023 (Seri 2): Jordan Badaru Datang dengan Motivasi Baru!
Ini dalam konteks status 6 pembalap di seri ke-2 Kejurnas OnePrix akhir pekan ini (3-4/6) Palangkaraya, Kalteng. Bahwa management OMM sudah mengirimkan surat resmi terkait status 6 pembalap yakni Andi Gilang, Hendra Eenk, Fitriansyah Kete, Wawan Wello, Abdul Hamid dan Awhin Sanjaya. Respon IMI dan balasan atas surat itu memang sangat dinanti,”Sampai tadi malam surat jawaban tersebut belum diterima oleh OMM. Sesuai prosedur, surat dari tim diteruskan ke IMI Pusat untuk mendapatkan persetujuab atau penolakan,”ujar salah satu satu narasumber ke Otoinfo.id.
Baca Juga : Oneprix 2023 (Seri 2): Felix PM Catat Time Potensial Saat Sesi Latihan, Peluang Terbuka!
Atas kondisi itu dan dengan pertimbangan bahwa balapan harus tetap berlangsung (baca : show must go on), maka tadi malam diputuskan status 6 pembalap itu lewat mekanisme polling. Ini juga yang menjadi polemik dan dianggap aneh. Pasalnya, 6 pembalap tersebut beda kasus tapi dibuat sama dengan cara polling. Alhasil, 6 pembalap tersebut memang diputuskan untuk bisa ikut main di seri kali ini. “Tidak ada proses debat terkait regulasi, kita hanya diminta untuk menerima atau menolak,”kata salah seorang manager tim.
Baca Juga : Oneprix 2023 (Seri 2): Felix PM Catat Time Potensial Saat Sesi Latihan, Peluang Terbuka!
Sekali lagi dan catatan penting, ada apa dengan IMI yang tidak juga meresopon surat dari OMM,”Faktanya memang sering begitu dan kita promotor biasa menghadapi masalah serupa. Slow respon perihal surat menyurat elektrik seperti dianggap hal biasa,”sambung salah seorang promotor papan atas tanah air. Nah!
Baca Juga : Oneprix 2023 (Seri 2): Menanti Kejutan Abdul Hamid Bersama Akai Jaya!
“Jangan-jangan memang sengaja dibiarkan demikian, biar saling lempar tanggungjawab,”tukasnya. Waduh! Wawan








