Suzuki Tornado memiliki tempat istimewa dalam sejarah Om Penta Wijaya sejak pertama kali diperkenalkan dalam Kejurnas Road Race pada tahun 1995.
Saat itu, Om Penta Wijaya menjadi bagian dari Suzuki Racing Team bersama dengan Dicky Setiawan dan Bima Octavianus.
Penasaran dengan riset yang sedang dilakukan Om Penta Wijaya, penulis menghubunginya terkait pengujian Tornado di trek Mandala Krida.
Namun, Om Penta Wijaya dengan rendah hati menyatakan bahwa ini adalah hasil karya Bima ‘kecil’ Aditya, tetapi Om Penta selalu cenderung merendahkan diri ketika berkomunikasi. Sangat sopan dalam berbicara. Sudah dua tahun penulis tidak berkunjung ke rumahnya.
Namun, ketika ditanya langsung kepada Bima Aditya, dia malah menyangkal bahwa itu adalah hasil risetnya.
Menurutnya, Om Penta lah yang melakukan riset sendiri, sementara dia hanya membantu sebatas itu saja. Bima Aditya sendiri adalah kepala mekanik tim Yamaha Ziear YDJ14.
Tentu saja, dedikasi Om Penta Wijaya terhadap Suzuki Tornado tetap mengilhami banyak orang dengan semangatnya dalam melakukan riset terhadap motor legendaris ini.
Meskipun ada sedikit kebingungan mengenai siapa yang sebenarnya melakukan riset, satu hal yang pasti, kecintaan Om Penta Wijaya terhadap Suzuki Tornado tetap membara.
Semangatnya dalam mempelajari dan meningkatkan performa motor legendaris ini adalah contoh yang menginspirasi bagi para penggemar otomotif, terutama di kalangan pecinta motor balap.
Dengan dedikasi dan semangatnya, Om Penta Wijaya memberikan kesan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus mengejar passion dan minat dalam dunia otomotif, khususnya di balik riset motor-motor legendaris seperti Suzuki Tornado. Otoinfo.