Otoinfo.id – Pelek jari-jari atau yang sering disebut spoke wheel (SW) memang sudah dikenal sejak lama sebagai bawaan standar motor, terutama tipe bebek dan trail. Kelebihan utamanya adalah bobot yang relatif ringan serta kenyamanan ketika melewati jalan bergelombang. Hal ini karena ruji atau jari-jari pelek mampu meredam getaran dengan lebih baik dibandingkan pelek palang (casting wheel).
Namun di balik kelebihannya, pelek jari-jari ternyata menyimpan penyakit khas yang sering menyerang jika pemilik motor tidak merawatnya dengan baik.
Penyakit Khas Pelek Jari-jari Motor
Menurut Albert, pemilik bengkel spesialis setel pelek Rim Motor Service (RMS), salah satu masalah utama pelek jari-jari adalah mudah berkarat. Karat ini muncul karena material bawaan pelek, khususnya pada motor standar pabrikan, masih menggunakan besi biasa yang rawan teroksidasi.
“Biasanya pelek jari-jari itu suka berkarat, kalau dibiarkan bisa keropos dan pecah,” jelas Albert. Kondisi ini tentu membahayakan pengendara, sebab pelek yang keropos dapat retak tiba-tiba saat motor melaju dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, penyakit lain dari pelek jari-jari adalah:
- Ruji kendor atau patah akibat sering terkena benturan jalan rusak.
- Kesulitan balancing ketika pelek sudah melengkung atau tidak simetris.
- Kekuatan terbatas sehingga kurang cocok untuk motor berperforma tinggi atau penggunaan ekstrem.
Kenapa Banyak Motor Masih Pakai Pelek Jari-jari?
Meski punya kelemahan, pelek jari-jari tetap diminati karena beberapa alasan. Pertama, harganya lebih terjangkau dibanding pelek palang. Kedua, fleksibilitas pelek jari-jari membuat motor lebih nyaman dikendarai di jalanan yang tidak rata. Inilah sebabnya banyak motor trail dan motor bebek masih mengandalkan tipe pelek ini.
Baca Juga: Jangan Salah! Ini Waktu Ideal Memanaskan Mesin Mobil Injeksi dan Karburator
Bahkan, sebagian pengendara memilih mengganti pelek palang dengan jari-jari untuk mendapatkan bantingan suspensi yang lebih lembut.
Tips Merawat Pelek Jari-jari agar Awet
Agar tidak cepat rusak, pemilik motor dengan pelek jari-jari sebaiknya melakukan perawatan rutin. Berikut tipsnya:
- Rajin membersihkan pelek dari lumpur dan air hujan agar tidak memicu karat.
- Gunakan pelumas anti karat pada bagian ruji.
- Periksa kekencangan ruji secara berkala di bengkel spesialis.
- Hindari beban berlebih yang bisa mempercepat kerusakan.
Ganti atau Rawat dengan Baik?
Pelek jari-jari memang punya keunggulan dari segi bobot ringan dan kenyamanan, tapi jangan abaikan penyakit khasnya seperti karat, ruji kendor, dan risiko keropos. Jika sudah parah, sebaiknya ganti pelek jari-jari motor dengan kualitas lebih baik, misalnya berbahan aluminium, agar lebih tahan lama.
Baca Juga: Langsung Ganti! Kaca Mobil Retak dan Baret Berbahaya Jika Hanya Diperbaiki
Dengan perawatan rutin, pelek jari-jari bisa tetap awet dan aman digunakan tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.
