OtoInfo.Id-Hari kedua (24/5) training privat bersama Rey Ratukore, Nia Ramadhani (13 tahun) sukses skill up. Catatan waktunya konstan dalam 20 lap dengan kondisi ban sudah habis,”Progress lebih konsisten dengan kondisi ban sudah habis bisa konstan di 58,2-58,3,”ujar Rey Ratukore, mentor di Rey Racing Speed (RRS), sekolah balap yang diasuhnya. Yup, seperti yang diinfokan sebelumnya, Nia Ramadhani, rider cewek potensi asal Medan, Sumut (13 tahun) sedang mengikuti training privat di RRS selama seminggu. Nia memacu R25 spek standart di Sentul Besar, Bogor, Jabar.

“Hari kedua materinya pada feeling suspensi dan endurance. Rider wajib memiliki feeling suspensi, kalo sport bike suspensi no 1. Jadi misalnya, dengan kondisi ban sudah mendekati limit habis disitu dia belajar kontrol dan setting body dan racing line. Apalagi tidak selamanya kita balap kondisi ban bagus terus,”urai Rey. So, untuk mendapatkan feeling suspensi, rider idealnya punya wawasan tentang suspensi pula. Ambil contoh, tentang fungsi dan bagaimana suspensi bekerja.

Evaluasi ini bisa juga jadi tambahan ilmu bagi rider muda lain. Tapi, kalo penasaran dan ingin coba langsung silahkan bergabung dengan RRS. Hehe..RRS memang punya kompetensi memontori rider muda, beberapa ‘alumninya’ pun terbukti bisa berprestasi. Terlebih, Rey yang sekarang masih aktif berkompetisi di IRS (Indospeed Race Series) dan Yamaha Sunday Race (YSR) kerap diminta sebagai rider develop oleh beberapa tim. Singkat kata, “Tugas saya sekedar mengarahkan dari pengalaman yang saya miliki, selebihnya ada pada kemauan dan kerja keras rider,”ujar Rey.Mantap! Wawan
