Otoinfo – Kawasaki Ninja e-1 dan Z e-1 adalah dua model motor listrik yang baru saja diluncurkan oleh Kawasaki Motor Indonesia (KMI) pada Oktober 2023. Motor-motor ini merupakan produk pertama Kawasaki yang menggunakan teknologi baterai lithium-ion sebagai sumber tenaga.
Namun, seberapa banyak kah jatah motor listrik ini untuk pasar Indonesia? Dan apa saja keunggulan dan kelemahan dari motor-motor ini?
Jatah Motor Listrik Kawasaki di Indonesia
Menurut Michael Tanadhi, Deputy Head Sales and Promotion PT KMI, jatah motor listrik Kawasaki di Indonesia adalah sebanyak 100 unit untuk tahun 2023.
Dari jumlah tersebut, 50 unit adalah Ninja e-1 dan 50 unit adalah Z e-1. Jumlah ini masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan permintaan pasar yang cukup tinggi.
Michael mengatakan bahwa alasan utama dari jumlah jatah yang terbatas adalah karena ketersediaan baterai yang masih sulit. Baterai yang digunakan oleh motor listrik Kawasaki adalah baterai lithium-ion yang diproduksi oleh perusahaan asal Jepang, Toshiba.
Baterai ini memiliki kapasitas 50,4V 30Ah atau sekitar 1,5 kWh, dengan waktu pengecasan baterai 3,7 jam, dan jarak tempuh kurang lebih 41 mil atau setara 65 Km.
Baterai ini juga bisa dilepas pasang, sehingga memudahkan pengguna untuk mengganti atau mengisi ulang baterai di tempat yang tersedia.
Namun, harga baterai ini juga tidak murah, yaitu sekitar Rp 90 juta per pasang. Selain itu, baterai ini juga memiliki umur pakai yang terbatas, yaitu sekitar 1.000 kali pengisian atau sekitar 3 tahun.
Keunggulan Motor Listrik Kawasaki
Meskipun memiliki keterbatasan dalam hal jatah dan baterai, motor listrik Kawasaki juga memiliki beberapa keunggulan yang bisa menarik minat konsumen. Berikut adalah beberapa keunggulan dari motor listrik Kawasaki:
1. Desain yang sporty dan modern
Motor listrik Kawasaki memiliki desain yang hampir sama dengan motor konvensional Kawasaki, yaitu Ninja 400 dan Z400. Motor listrik ini memiliki bodywork yang aerodinamis, lampu LED, panel instrumen digital, dan warna yang menarik.
Motor listrik ini juga memiliki sasis trellis yang kokoh dan ringan, serta suspensi dan rem yang berkualitas.
2. Performa yang responsif dan efisien
Motor listrik Kawasaki memiliki motor listrik bertenaga 12 PS atau setara 10 Tk pada 2.800 rpm dan torsi maksimal 29,7 lb-ft atau setara 40 Nm. Motor listrik ini juga memiliki dua mode berkendara, yaitu Eco dan Road, serta fitur e-Boost dan Walk Mode.
Eco mode adalah mode yang hemat energi, dengan respon gas yang halus dan kecepatan puncak yang dibatasi hanya 57 Kpj. Road mode adalah mode yang lebih agresif, dengan respon gas yang lebih responsif dan kecepatan puncak yang bisa mencapai 80 Kpj.
e-Boost adalah fitur yang memberikan dorongan tenaga tambahan saat ditekan, dengan kecepatan puncak yang bisa mencapai 94 Kpj (Road) dan 70 Kpj (Eco). Walk Mode adalah fitur yang memudahkan pengendara untuk mendorong motor dengan kecepatan 6 Kpj.
3. Ramah lingkungan dan hemat biaya
Motor listrik Kawasaki tidak menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan, sehingga lebih ramah lingkungan daripada motor bensin.
Motor listrik ini juga lebih hemat biaya dalam hal perawatan dan bahan bakar, karena tidak memerlukan oli, busi, filter, dan bensin. Biaya pengisian baterai motor listrik ini juga lebih murah daripada biaya mengisi bensin, yaitu sekitar Rp 5.000 per pengisian.
Kelemahan Motor Listrik Kawasaki
Selain keunggulan, motor listrik Kawasaki juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan oleh konsumen. Berikut adalah beberapa kelemahan dari motor listrik Kawasaki:
1. Harga yang mahal
Motor listrik memiliki harga yang cukup mahal, yaitu sekitar Rp 113 juta untuk Z e-1 dan Rp 118 juta untuk Ninja e-1. Harga ini jauh lebih mahal daripada motor konvensional Kawasaki, yaitu sekitar Rp 64 juta untuk Z400 dan Rp 72 juta untuk Ninja 400.
Harga ini juga belum termasuk biaya pajak, asuransi, dan registrasi. Selain itu, harga baterai yang mahal dan umur pakai yang terbatas juga menambah beban biaya bagi pengguna motor listrik ini.
2. Jarak tempuh yang terbatas
Motor listrik memiliki jarak tempuh yang terbatas, yaitu sekitar 41 mil atau setara 65 Km per pengisian baterai. Jarak tempuh ini bisa berkurang jika pengendara menggunakan mode Road atau e-Boost, atau jika kondisi jalan, cuaca, atau bobot pengendara tidak mendukung.
Jarak tempuh ini juga masih kalah jauh dengan motor bensin, yang bisa mencapai ratusan kilometer per tangki bensin.
3. Ketersediaan fasilitas pengecasan yang kurang
Motor listrik membutuhkan fasilitas pengecasan yang khusus untuk mengisi ulang baterainya. Fasilitas ini masih kurang tersedia di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang jauh dari kota besar.
Pengguna motor listrik ini juga harus bersabar menunggu baterai terisi penuh, yang bisa memakan waktu sekitar 3,7 jam. Hal ini tentu berbeda dengan motor bensin, yang bisa mengisi bensin dengan cepat dan mudah di mana saja.
Motor listrik Kawasaki Ninja e-1 dan Z e-1 adalah produk inovatif yang menawarkan desain yang sporty dan modern, performa yang responsif dan efisien, serta ramah lingkungan dan hemat biaya.
Namun, motor listrik ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu harga yang mahal, jarak tempuh yang terbatas, dan ketersediaan fasilitas pengecasan yang kurang.
Jatah motor listrik ini untuk pasar Indonesia juga masih sedikit, yaitu sebanyak 100 unit untuk tahun 2023. Oleh karena itu, konsumen yang tertarik dengan motor listrik ini harus mempertimbangkan baik-baik kelebihan dan kekurangan dari motor listrik ini sebelum membelinya. Otoinfo
