Otoinfo.id-Meski pada seri 1 Kejurnas MotoPrix Medan, Sumut (15-16/6) lalu belum meraih hasil optimal, chief mechanic GGRT (Gery Gendut Racing Team) tetap akui perfoma pacuan dan ridernya kompetitif di kelas Expert. Baginya, power motor sangat merata tapi keberuntungan sajalah yang belum berpihak.
Baca Juga : Yamaha Cup Race 2019 Bangka : Tanpa Quick Shifter, GGRT Juara Tanpa Mahkota
Gagal meraih poin di race1 dan hanya finish diposisi ke-12 race ke-2, Andreas Gunawan ditargetkan raih poin bagus pada seri ke-2 di Sirkuit Sport Centre, Bangkinang, Riau akhir pekan ini (27-28/7). Kabarnya, teknologi inovatif telah disiapakn untuk mememenuhi target poin optimal. Apa tuh?

“Motor memang belum banyak perubahan, dari main Kejurda Lampung kemarin, hari ini tim sudah bergerak ke Bangkinang. Tapi memang ada rencana untuk pasang quickshifter, teknologi inovatif yang kasih pengaruh signifikan,”klaim Umar akrab disapa Kumar, kepala mekanik tim asal Metro, Lampung itu. Wow! Seperti yang diungkap pada tulisan sebelumnya beberapa tim macam Yamaha Suhandi Padang88 dan Yamaha BTKs sudah menerapkan piranti yang terkonensi dengan sistem persnelling itu.

“Kita sudah request dengan MBK2, semoga seri ini bisa terealisasi,”harap Kumar yang diangguki oleh Andreas Gunawan. Yup, dengan total poin 4, rider asal Lampung yang pernah berlaga di level Asia itu masih menempati posisi ke-14 klasemen. Apapun menarik ditunggu kejutan GGRT pada seri ini dengan ‘tag line’ privater super nekat. Wadow!
Baca Juga : Yamaha Cup Race 2019 Bangka: Lioni Irgi, Si Pengusik Gengsi di YCR7
“Tapi kalau Bos dari dulu nekat terus.Hehe…Main MP2 dari 2016-2017 dan 2019 ini. Tahun 2016 juara region 1 MP2, tahun ini fokus di kategori expert. Mohon do’a dan dukungannya untuk semua, semoga bisa raih hasil maksimal,”tukas Kumar yang asli Lampung keturunan Jawa itu. Gasspol! Wawan
