Otoinfo.id – Tulisan Mission Winnow di fairing Ducati banyak yang mengartikan itu adalah bentuk strategi baru dari Philip Morris International sebagai produsen Marlboro. Jika anda menyangka itu, tidak salah. Namun ada filosofi besar dengan tujuan khusus kenapa Ducati dan Marlboro menggunakan Mission Winnow sebagai tulisan besar di fairing Ducati.
Ducati ingin gelar juara dunia tahun ini, setelah 2 tahun belakangan ada di bawah bayang-bayang Marc Marquez.
Tak hanya tulisan sebagai marketing strategy, ternyata Mission Winnow adalah strategi membentuk pola tim dan pengembangan untuk tahun ini. “Saya tidak berbicara soal team order, tapi saya berpikir tentang synergi dalam pengembangan motor antara kedua rider selama balap berlangsung,” urai Claudio Domenicali, CEO Ducati.

Ducati merasa cukup mengucurkan dana besar untuk menggunakan jasa Jorge Lorenzo. Total kucuran dana berikut hal lainnya mencapai €15 juta atau sekitar Rp 240 Milyar (jika €1 = Rp 16.000). Angka itu dalam hitungan pertahun, artinya selama 2 tahun Ducati menggelontorkan dana Rp 480 Milyar. Namun hasilnya tidak begitu signifikan.
Oleh sebab itu Ducati dan Marlboro mengalihkan budget rider untuk development motor. Sehingga Danilo Petrucci yang dipilih untuk menggantikan Jorge Lorenzo sebagai tandem Andrea Dovozioso. Tentu budget yang dikeluarkan untuk kontrak Petrucci jauh lebih murah.

Ducati dan Marlboro habis-habisan dalam mengembangkan motor. Aerodynamik sampai memiliki porsi tersendiri. Bahkan memiliki divisi yang berbeda. Ducati melakukan investment terhadap CFD (Computational Fluid Dynamics) dengan aerodynamic development managernya adalah Edorado Lenoci. Ducati melakukan hal ini lantaran regulasi soal winglets kian ketat. Bahkan Ducati coba mengembangkan aerodynamic hingga bagian buntut. Part winglets belakang pun sudah diuji coba.
Baca Juga : MotoGP: Fairing Ducati Belum Final, Pakai CFD Untuk Analisa Aerodynamic
Selain sektor aerodynamic, Ducati juga melakukan riset dalam hal sasis. Bahkan sasis disini tidak hanya rangka penopang mesin, bahkan hingga swingarm. Ducati sedang melakukan riset terhadap torque swingarm yang juga sudah dijajal.
Di bagian mesin, Ducati masih terus mencari titik efisiensi pada katup desmodromic. Wajar, karena part ini memiliki banyak gesekan lantaran jumlah partnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan katup pneumatic.

Untuk proses pengembangan seluruh aspek itu, Ducati sangat membutuhkan tenaga dalam jumlah besar. Racing departmentnya sekarang memiliki jumlah personel fantastis, yakni 150 orang. “Kami memiliki 150 orang di department balap yang setiap hari melakukan development dan memberikan kepada kami,” lanjut Domenicali.
So, Mission Winnow bukan sekadar misi kemenangan tahun 2019. Melainkan ingin mendominasi lintasan MotoGP untuk tahun-tahun ke depan. Mampukah filosofi Mission Winnow memberikan buah manis kepada Ducati tahun ini? Time will show. MT4
Baca Juga : MotoGP: Ducati Uji Coba Torque Arm
Baca Juga : Test Jerez MotoGP: Ducati Test Winglets Untuk Belakang
