Otoinfo – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong pemerintah untuk memberikan insentif yang lebih besar bagi mobil hybrid, mengingat pertumbuhan penjualannya yang lebih pesat dibandingkan mobil listrik di Indonesia.
Saat ini, insentif untuk mobil listrik berupa diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen, yang membuat harga mobil listrik menjadi lebih terjangkau dengan hanya membayar 1 persen dari tarif PPN 11 persen yang seharusnya.
Mobil listrik juga mendapatkan keuntungan dari Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditiadakan, membuatnya semakin menarik bagi konsumen yang ingin berinvestasi dalam kendaraan ramah lingkungan.
Di sisi lain, mobil hybrid masih dikenakan PPnBM sebesar 6-10 persen dan PPN 11 persen, yang membuatnya lebih mahal dibandingkan mobil listrik. Permintaan untuk memberikan insentif yang lebih besar kepada mobil hybrid datang dari para Agen Pemegang Merek (APM), terutama merek Jepang seperti Toyota dan Suzuki.
Keduanya telah meluncurkan model-model hybrid di Indonesia dan mengharapkan dukungan lebih lanjut dari pemerintah untuk mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan ini.
Suzuki Indomobil Sales (SIS) adalah salah satu perwakilan yang menyuarakan permintaan insentif yang setara dengan mobil listrik untuk mobil hybrid, dengan mengusulkan diskon PPN 10 persen. Donny Saputra, Deputy Managing Director SIS, menegaskan bahwa baik mobil hybrid maupun mobil listrik seharusnya mendapatkan perlakuan serupa di bawah program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).
Menanggapi usulan ini, beberapa pengamat industri, seperti Jongkie, menyoroti bahwa pemerintah memiliki banyak opsi untuk memberikan insentif, termasuk kebijakan non-finansial seperti kebijakan bebas ganjil-genap yang telah diberlakukan untuk mobil listrik.
Langkah ini tidak hanya akan mendukung pertumbuhan pasar kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga membantu Indonesia mencapai target emisi karbon nasional yang lebih ambisius.
Secara keseluruhan, Gaikindo dan pemangku kepentingan lainnya berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan infrastruktur dan kebijakan insentif untuk mobil hybrid, sejalan dengan komitmen untuk mempercepat transisi menuju kendaraan beremisi rendah di Indonesia. Otoinfo
