Otoinfo – Sejak debutnya pada tahun 2009, Honda Freed telah menjadi salah satu pemain utama di segmen Low MPV di Indonesia.
Namun, meskipun diharapkan dapat bersaing dengan pesaingnya di pasar otomotif tanah air, Honda Freed akhirnya harus menghentikan produksinya di Indonesia karena penjualannya yang tidak sesuai harapan.
Sebagai mobil keluarga, Honda Freed seharusnya menjadi pilihan yang menarik. Namun, beberapa kekurangan tertentu membuatnya kurang diminati di segmen Low MPV.
Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan:
1. Akselerasi Mesin Berat
Honda Freed menghadapi kritik karena karakter mesinnya yang kurang responsif pada tarikan bawah.
Akselerasi yang baru terasa optimal pada putaran tengah hingga atas, membuatnya kurang memuaskan bagi pengemudi yang menginginkan performa mesin yang seimbang.
2. Lemah di Kaki-Kaki Depan
Kekurangan kaki-kaki depan yang dirasakan saat melintasi jalan berkerikil atau bergelombang menjadi masalah umum.
Meskipun tidak hanya terjadi pada Freed, hal ini tetap menjadi catatan negatif yang melekat pada mobil-mobil Honda di segmen ini.
3. Pintu Geser Sering Bermasalah
Meskipun memiliki keunikan dengan pintu geser, namun mendapatkan kritik terkait pintu gesernya yang sering menimbulkan bunyi tidak diinginkan.
Kekurangan lainnya adalah ketidakadopsian teknologi power sliding door, yang membuat proses membuka pintu harus dilakukan secara manual.
4. Head Unit Standar
Sebagai mobil kategori tipe A, mobil ini masih menggunakan head unit single din, kurang sesuai dengan perkembangan teknologi infotainment saat ini.
Pembaruan pada sistem hiburan dapat menjadi nilai tambah untuk menarik minat konsumen.
5. Tidak Dilengkapi AC Double Blower
Keberadaan AC double blower menjadi salah satu fitur yang diinginkan oleh konsumen pada mobil keluarga.
Sayangnya, pada varian terendahnya, Tipe A tidak dilengkapi dengan fitur ini, membuatnya terasa kurang memadai.
6. Bagasi Sempit
Meskipun memiliki ruang kabin yang luas, kapasitas bagasi Honda Freed tergolong sempit untuk mobil di segmen Low MPV.
Ini dapat menjadi kendala bagi konsumen yang membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar.
Meski begitu, penting untuk diingat bahwa setiap mobil memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Honda Freed, meskipun menghadapi beberapa kritik, tetap menjadi bagian dari sejarah otomotif Indonesia sebagai mobil produksi dalam negeri.
Pengembangan dan inovasi pada generasi mendatang dapat menjadi kunci untuk mendapatkan tempat yang lebih baik di hati konsumen. Otoinfo.
