Otoinfo – Mitsubishi dikenal sebagai salah satu produsen otomotif yang telah melegenda dengan berbagai produk andalannya seperti Colt Bagong, Colt T120, L300, Colt Diesel, Truk Fuso, Canter, hingga varian busnya. Di antara keberagaman produk Mitsubishi, terdapat satu kendaraan niaga yang patut diperhitungkan, yaitu Mitsubishi Jetstar.
Sejarah Mitsubishi Jetstar dimulai ketika PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors atau PT. KTB memperkenalkannya pertama kali pada awal September 1986. Kendaraan ini dihadirkan sebagai pengganti Mitsubishi L100 minicab yang telah mengakhiri masa produksinya. Dalam pengembangannya, Mitsubishi Jetstar merupakan hasil kolaborasi antara dua produsen otomotif besar, Mitsubishi dan Daihatsu.
Daihatsu berkontribusi pada bagian mesin Mitsubishi Jetstar dengan mesin bensin 3 silinder berkapasitas 1000cc, dikenal sebagai mesin Daihatsu CB20. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal 52 ps dan torsi maksimal 75 nm. Walaupun mesin ini mirip dengan Daihatsu Hijet 1000, Mitsubishi berhasil menyempurnakannya sehingga Jetstar memiliki daya tarik yang lebih unggul dibandingkan pesaingnya seperti Hijet dan Suzuki Carry 1000.
Mitsubishi Jetstar hadir dalam beberapa varian selama masa produksi antara tahun 1986 hingga 1989. Jetstar Minibus Original merupakan varian minibus pres yang langsung dibuat oleh KTB. Di Indonesia, varian ini dikenal dengan sebutan Jetstar Permorim. Jetstar Permorim memiliki ciri khas sliding door dan terbagi menjadi dua trim, yaitu Jetstar Permorim Royal dan Jetstar Permorim Diplomat.
Jetstar Royal menjadi varian tertinggi dengan interior mewah, sliding door, AC original Denso, ban radial, dan body stripe kashizawa. Bahkan, bangku tengah pada Jetstar Royal dapat diputar 180 derajat ke arah belakang. Sementara itu, Jetstar Diplomat merupakan varian standar yang hanya dilengkapi dengan sliding door.
Tak hanya itu, Mitsubishi Jetstar juga hadir dalam varian Pick Up yang ditujukan untuk angkut barang atau keperluan komersil. Dengan desain elegan pada bak dan kabin, versi Pick Up bahkan memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian minibus.
Jetstar Bus Chassis menjadi dasar kendaraan bagi karoseri lain non-KTB seperti Adiputro, New Armada, Gajah Mada, Podo Joyo, Arindo, dan Putra Berlian. Selain digunakan sebagai kendaraan pribadi dan niaga, Jetstar juga menjadi favorit pengusaha angkutan umum di kota-kota besar seperti Surabaya dan Semarang.
Meskipun produksi Mitsubishi Jetstar berakhir pada tahun 1989, komunitas Jetstar tetap eksis hingga saat ini. Onderdilnya pun masih mudah ditemukan, bahkan harga second Jetstar yang masih baik dapat melambung lebih tinggi dibandingkan mobil sejenis pada jamannya. Sebuah legenda yang terus hidup di dunia otomotif Indonesia. Otoinfo.
