
Otoinfo – Perkenalkan, Honda CR-Z, mobil hybrid pertama yang diperkenalkan oleh PT HPM di Indonesia.
Debutnya terjadi pada 23 September 2012, dalam gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-20.
Namun, perlu dicatat bahwa sistem hybrid yang digunakan oleh Honda CR-Z berbeda dengan teknologi terkini yang terdapat pada Honda CR-V Hybrid terbaru.

Honda CR-Z mengadopsi sistem Mild Hybrid, yang juga dikenal sebagai Integrated Motor Assist (IMA).
IMA adalah sistem mild hybrid yang memberikan keunggulan lebih kepada motor bakar daripada motor listrik.
Fungsi utama motor listrik pada CR-Z adalah membantu akselerasi, dan tidak dapat digunakan secara mandiri untuk menggerakkan mobil (EV Mode).
Berbeda dengan Honda CR-V e:HEV, yang menggunakan teknologi Hybrid Electric Vehicle (e:HEV) terbaru.
PT HPM, menjelaskan bahwa e:HEV menggunakan dua motor listrik (generator motor dan traction motor) dan sebuah kopling yang terhubung dengan mesin.
Traction motor terhubung langsung dengan drive shaft, menghasilkan listrik saat deselerasi, sementara generator motor terhubung dengan mesin, mengkonversi tenaga mesin menjadi listrik.
e:HEV memiliki tiga mode berkendara otomatis, yaitu EV Drive Mode untuk kecepatan rendah hingga medium, Hybrid Drive Mode saat akselerasi kuat atau menanjak, dan Engine Drive Mode untuk kecepatan tinggi saat cruising.
Ini merupakan terobosan signifikan dalam teknologi hybrid Honda, berbeda dengan konsep Mild Hybrid yang diperkenalkan melalui Honda CR-Z.
Seiring berjalannya waktu, Honda terus mengembangkan teknologi hybridnya, dan Honda CR-V e:HEV adalah bukti nyata dari evolusi ini.
Namun, kita tidak bisa melupakan peran penting Honda CR-Z sebagai pionir mobil hybrid di Indonesia yang membuka jalan untuk inovasi lebih lanjut dalam industri otomotif. Otoinfo.

