Otoinfo – Rangka underbone adalah salah satu komponen penting dalam struktur sepeda motor, termasuk motor Yamaha. Untuk lebih memahami jenis rangka ini dan bagaimana ia digunakan dalam dunia sepeda motor, mari kita jelajahi lebih lanjut dalam pembahasan kali ini.
Pengertian Rangka Underbone
Rangka underbone adalah jenis rangka motor yang umumnya terbuat dari pipa besi yang dirangkai menjadi sasis utuh. Dibandingkan dengan jenis rangka lainnya, seperti rangka eSAF, rangka ini memiliki bobot yang lebih berat. Hal ini disebabkan oleh penggunaan pipa yang lebih tebal dalam konstruksi rangka underbone.
Jenis rangka ini biasanya ditemukan pada motor bebek dan motor matic yang banyak dijual di pasar. Salah satu ciri khas dari rangka underbone adalah posisi mesin yang terletak di bawah rangka motor.
Kelebihan Rangka Underbone
Rangka underbone, meskipun tergolong sebagai jenis rangka klasik, memiliki sejumlah kelebihan yang mungkin tidak banyak diketahui. Beberapa kelebihan ini termasuk:
– Kekuatan dan Ketahanan: Terbuat dari bahan pipa besi yang kuat, rangka ini dapat menahan tekanan, benturan, dan berbagai kondisi cuaca.
– Stabilitas: Rangka ini menawarkan stabilitas yang baik saat berkendara, terutama pada kecepatan tinggi atau saat mengangkut beban berat.
– Kenyamanan: Menghadirkan posisi duduk yang ergonomis dan santai bagi pengendara.
– Kapasitas Penyimpanan: Beberapa motor dengan rangka ini memiliki ruang penyimpanan tambahan di bawah jok.
– Tampilan Klasik: Rangka ini sering diidentikkan dengan tampilan motor klasik yang menarik.
– Perawatan Mudah: Perawatan motor dengan rangka pipa lebih mudah dan terjangkau.
– Biaya Perbaikan Terjangkau: Jika terjadi kerusakan pada rangka underbone, biaya perbaikannya cenderung terjangkau.
Jenis-Jenis Rangka Motor
Selain rangka underbone, terdapat beberapa jenis rangka motor lainnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Rangka Tipe Pressed Steel
Jenis rangka ini terbuat dari pelat baja yang diproses menjadi lempengan-lempengan. Contoh motor yang menggunakan rangka tipe pressed steel adalah Honda Super Cub dan Dream.
2. Rangka Single Cradle dan Double Cradle
– Single Cradle: Terdiri dari dua pipa penyangga di bawah mesin. Contoh motor yang menggunakan rangka single cradle adalah Honda CB450.
– Double Cradle: Terdiri dari dua pipa penyangga di kedua sisi mesin. Contoh motor yang menggunakan rangka double cradle adalah Yamaha Scorpio dan Bajaj Pulsar 180.
3. Rangka Backbone
Rangka ini memiliki pipa utama yang menopang mesin. Motor seperti Suzuki Satria F150 dan Suzuki GSX-R150/S150 menggunakan rangka tipe backbone.
4. Rangka Twinspar, Perimeter, atau Deltabox
Jenis rangka ini banyak digunakan pada motor sport modern. Contoh motor yang menggunakan rangka ini adalah Honda CBR150R dan Yamaha R15.
5. Rangka Trellis
Rangka ini terdiri dari pipa yang dielas bersilangan. Motor seperti Kawasaki Ninja H2 dan Honda CB150R Streetfire menggunakan rangka trellis.
6. Rangka Monokok
Rangka monokok terdiri dari rangka utuh tanpa sambungan. Beberapa motor Vespa dan Kawasaki menggunakan rangka monokok.
Dengan mengenal berbagai jenis rangka motor, Anda dapat lebih memahami perbedaan dan keunggulan masing-masing jenis. Hal ini juga membantu Anda memilih motor yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda.
Itu tadi penjelasan singkat mengenai rangka inidan beberapa jenis motor lainnya. Jika Anda tertarik pada sepeda motor Yamaha, Anda dapat menjelajahi berbagai model yang menggunakan rangka underbone ini. Otoinfo
