Otoinfo – PT Chery Sales Indonesia (CSI) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada mobil listriknya, Omoda E5.
Dengan sertifikasi TKDN saat ini mencapai 40 persen, mereka berencana untuk mengejar angka 60 persen secara bertahap, menuju target akhir 80 persen. Hal ini diungkapkan oleh Head of Brand Department PT CSI, dalam sebuah konferensi di Jakarta belum lama ini.
Mendapatkan sertifikasi TKDN sebesar 40 persen memungkinkan Omoda E5 untuk mendapatkan insentif PPN 1 persen dari pemerintah, yang berdampak pada penurunan harga jual mobil listrik Chery tersebut menjadi Rp488,8 juta.
Namun demikian, Chery memiliki rencana yang lebih ambisius dengan membangun pabriknya sendiri, sebagai upaya untuk mencapai TKDN sebesar 80 persen.
Meskipun saat ini mobil listrik Omoda E5 dirakit di pabrik milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Pondok Ungu, Bekasi, Chery telah melakukan investasi signifikan sebesar Rp250 miliar untuk memenuhi persyaratan TKDN 40 persen.
Namun, keputusan untuk tetap menggunakan fasilitas PT HIM atau membangun pabrik baru masih menjadi pertimbangan bagi PT CSI.
Sementara itu, pemerintah telah mengeluarkan regulasi yang mewajibkan produsen mobil listrik untuk meningkatkan TKDN-nya secara bertahap. Hal ini mendorong produsen seperti Chery untuk terus berinovasi dan berinvestasi guna memenuhi persyaratan tersebut.
Menariknya, selain Chery, PT HIM juga memiliki kontrak untuk merakit mobil-mobil lain seperti Neta dan beberapa merek baru yang direncanakan akan masuk pasar Indonesia.
Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan industri otomotif dalam negeri, sekaligus meningkatkan persaingan di pasar mobil listrik Indonesia.
Dengan komitmen Chery untuk meningkatkan TKDN dan rencana pembangunan pabrik sendiri, harapannya adalah industri mobil listrik di Indonesia akan semakin berkembang, memberikan manfaat baik bagi konsumen maupun ekonomi nasional secara keseluruhan. Otoinfo
