Saat diperkenalkan pada tahun 2018, mobil tersebut mendapat kritik karena dianggap lebih cocok bersaing dengan Fortuner dan Pajero Sport generasi sebelumnya.
Pada saat itu, Fortuner sudah mengganti model sejak 2016, sementara Pajero Sport tampil dengan desain baru yang mencuri perhatian.
Sebagai hasilnya, Terra harus bersaing dengan lawan-lawannya yang telah lebih dulu memikat pasar.
Meskipun memiliki kualitas unggul, Nissan Terra kesulitan bersaing dalam hal popularitas. Harga bekasnya, kini berada di kisaran Rp300 jutaan untuk model awal, sementara versi terbaru masih di angka Rp700 jutaan.
Meskipun menjadi SUV ladder frame yang masuk akal untuk dipilih berdasarkan kualitasnya, image merek Nissan Terra tidak sekuat Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner.
Namun, saat menjadi kendaraan bekas, Nissan Terra muncul dengan daya tariknya sendiri.
Desain yang timeless membuatnya bersaing dengan Fortuner yang dianggap monoton dan Pajero Sport Gen 2 yang terlihat ketinggalan zaman setelah facelift.
Upaya untuk memperbaiki nasibnya, mobil tersebut kemudian dirilis dengan desain yang lebih garang, mungkin sebagai usaha merevitalisasi posisinya di pasar yang penuh persaingan.
Dengan harga bekas yang terjangkau dan kualitas yang mampu bersaing, Nissan Terra menjadi pilihan yang layak untuk dipertimbangkan.
Meski demikian, tantangan yang dihadapi olehnya dalam mendapatkan popularitas di pasar SUV Indonesia menggambarkan betapa pentingnya momen yang tepat dalam persaingan di industri otomotif. Otoinfo.