Otoinfo.id – Motor matik yang sudah mengalami bore-up lebih 130 cc, sering kali injektor bawaan motor keteteran karena tidak mampu menyuplai bahan bakar ke silinder. Bahkan saat dicek nilai air to fuel ratio (AFR) ketika stasioner terlalu lean, ada di angka 16:1.
“Jika kapasitas melonjak hingga di atas 135 cc, kemampuan Injektor standart tidak lagi bisa melayani asupan yang dibutuhkan mesin,” terang I Nyoman Gede Surata, supervisor Divisi Service Edukasi DDS Yamaha Bali.
Surata sapaannya, mencontohkan pembengkakan kapasitas mesin, “Misal Yamaha X Ride atau Xeon GT125 bore-up 140 hingga 150 cc. Itu sudah pasti ganti injector.”
Sebagai informasi, dalam kondisi normal injektor Yamaha X-Ride, Mio J dan Xeon GT125 mampu menyemprotkan bahan bakar sebanyak 50 cc per menit, hal ini bisa dicek melalui injektor tester yang menjadi standart Yamaha. Itu yang disebut flow rate.
Sedangkan injektor Yamaha V-Ixion old hingga NVL mampu menyemburkan 70 cc per menit. Artinya jauh lebih banyak disbanding bawaan motor. Ditambah jumlah lubang injektor (hole) V-Ixion lebih Banyak.
“Tapi perlu diingat, khusus Yamaha X Ride, Mio J dan Xeon GT125, bisa ganti milik New V-Ixion Lightning, jangan Old V-Ixion karena soket dan slang bensinnya sama dan tinggal pasang,” yakin Surata. Ka
